Zebra Cross Unik Inisiatif Warga Dibongkar Dinas, Anggota DPRD DKI: Harusnya Diapresiasi
Pembongkaran zebra cross kreatif hasil inisiatif warga di Jalan Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan menuai kritik dari DPRD DKI Jakarta.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON SIRIH - Pembongkaran zebra cross kreatif hasil inisiatif warga di Jalan Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan menuai kritik dari DPRD DKI Jakarta.
Anggota DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan, mengaku kecewa dengan langkah Dinas Bina Marga yang membongkar zebra cross bergambar tersebut.
Menurut August, kemunculan zebra cross kreatif itu tidak lepas dari adanya pembiaran terhadap kondisi marka jalan yang sebelumnya belum optimal.
“Kalau kita mengetahui urutannya, sehingga bisa terjadi pembuatan zebra cross yang kreatif dan inovatif, ini kita kecewa. Kita kecewa kepada Pemprov DKI Jakarta yang justru membongkar zebra cross yang dibuat oleh warga,” kata August, Rabu (1/4/2026).
Ia menilai, seharusnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan evaluasi atas kondisi di lapangan sebelum mengambil langkah pembongkaran.
Pasalnya, inisiatif warga muncul sebagai bentuk kepedulian sekaligus kreativitas dalam membantu menyediakan fasilitas penyeberangan.
“Harusnya ini jadi pemikiran, karena selama ini ada pembiaran. Tapi ketika warga mau membantu dan menunjukkan kreativitas, malah seolah-olah tidak dianggap,” kata August.
Meski mengakui bahwa secara aturan zebra cross memiliki standar tertentu, yakni berwarna putih, August menilai kreativitas warga tetap perlu dihargai.
Ia bahkan menyarankan agar zebra cross tersebut tidak langsung dibongkar, melainkan diberikan waktu tertentu sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi kepada masyarakat.
“Setidaknya sebagai momentum, biarkan dulu berjalan. Misalnya dikasih waktu sebulan, baru kemudian ditertibkan dengan pemberitahuan, seperti penertiban spanduk,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pemerintah tidak mematikan ruang ekspresi masyarakat, terutama yang bertujuan positif bagi lingkungan.
Menurutnya, kreativitas seperti zebra cross bergambar tidak serta-merta mengganggu, selama tidak diterapkan secara masif di semua titik.
“Kalau untuk memperkaya dengan nilai estetika, itu sebenarnya tidak mengganggu. Ini juga menunjukkan warga peduli dengan kotanya,” ucapnya.
August pun berharap ke depan Pemprov DKI Jakarta dapat melihat persoalan tersebut secara lebih komprehensif, termasuk membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat.
Ia menilai, pelibatan warga justru dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang partisipatif dan inovatif.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Kenneth DPRD DKI Minta Warga Tak Tergiur Konsumsi Ikan Sapu-sapu, Berisiko bagi Kesehatan |
|
|---|
| Kecelakaan Hari Ini di Blok M Jakarta Selatan, Pemotor Terkapar, Petugas di TKP |
|
|---|
| Pasar Santa Direvitalisasi, Perumda Pasar Jaya Perkuat Daya Tarik Lewat Festival dan Komunitas |
|
|---|
| Ribuan Warga Lintas Organisasi Padati Teras Lenteng Agung, Demi Perkuat Kebersamaan |
|
|---|
| Kasus Aduan JAKI Direspons Pakai AI, Komisi A Heran PPSU Disuruh Tertibkan Parkir Liar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-DKI-Jakarta-August-Hamonangan-kecewa-zebra-cross.jpg)