Usai Viral, Kali Ciliwung Kini Diserbu 100 Petugas, Sampah Capai 3 Kubik per Hari
Pengawas UPS Badan Air untuk aliran Kali Ciliwung Lama, Saiful Hidayat mengakui saat ini mereka memang diminta untuk membersihkan kali tersebut.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Sudah dua hari terakhir jumlah UPS Badan Air yang berada di aliran Kali Ciliwung kawasan Menteng, Jakarta Pusat nampak begitu banyak dari biasanya.
Tepatnya dari sejak viral kondisi aliran Kali Ciliwung di kawasan elit Jakarta itu dipenuhi sampah, endapan lumpur hingga semak belukar.
Pengawas UPS Badan Air untuk aliran Kali Ciliwung Lama, Saiful Hidayat mengakui saat ini mereka memang diminta untuk membersihkan kali tersebut.
“Sejak viral, dari hari Senin sampai sekarang itu ada 100 orang yang diturunkan. Kalau hari biasa, kami hanya lima anggota per hari,” ujar Saiful saat ditemui di aliran Kali Ciliwung, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pukul 15.00 WIB, para petugas UPS Badan Air berbagi tugas di aliran Ciliwung.
Ada yang membabati tumbuhan liar yang tumbuh di turap kali. Ada pula yang sampai menceburkan diri ke aliran kali yang dipenuhi lumpur untuk mengangkuti sampah yang menggenang.
Adapun kedalaman air terpantau hanya sekira 50 sentimeter.
Saiful menjelaskan, wilayah kerja yang menjadi tanggung jawabnya mencakup aliran Kali Ciliwung Lama dari Pintu Air Berlan hingga kawasan Kwitang.
“Kurang lebih panjangnya hampir enam kilometer," jelasnya.
Saiful mengatakan, dalam sehari, petugas dapat mengangkut hingga tiga kubik sampah dari aliran kali. Sampah tersebut merupakan akumulasi dari sore hingga pagi hari.
“Kalau maksimal bisa sampai tiga kubik per hari. Jadi setiap hari kita lakukan pengangkutan terus,” katanya.
Mayoritas sampah yang ditemukan berupa limbah plastik yang diduga dibuang oleh masyarakat secara sembarangan.
“Biasanya sampah plastik. Mungkin warga yang lewat naik motor buang ke kali,” ungkap Saiful.
Di lokasi ini, proses pembersihan sendiri masih dilakukan secara manual lantaran keterbatasan akses untuk alat berat.
“Manual semua, karena alat berat tidak bisa masuk. Akses jalannya tidak memungkinkan,” ujarnya.
| Kebakaran Tewaskan Penghuni Kosan di Kemayoran, Warga Dengar Dua Kali Ledakan |
|
|---|
| Kebakaran Kos di Kemayoran Tewaskan Satu Penghuni, Korban Ditemukan di Kamar Mandi |
|
|---|
| DPRD DKI Bahas Air Minum, Fraksi NasDem Tekankan Ketahanan Air Baku |
|
|---|
| Gubernur Pramono Akui Masalah Jakarta Sebaiknya Diviralkan: Sehingga Kita Segera Menangani |
|
|---|
| Pramono Dinilai Minim Gebrakan, Warga Rindu Era Ahok dan Anies Soal Kebersihan Kali Ciliwung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/BERSIHKAN-CILIWUNG-Usai-viral-kondisi-kotor-123.jpg)