DPRD Soroti Sampah dari Luar Jakarta, Pasar Minggu dan Rawajati Jadi Titik Rawan
August Hamonangan mengkritik pengelolaan sampah di Ibu Kota yang dinilai belum optimal, khususnya di kawasan pasar dan pusat aktivitas ekonomi.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan, mengkritik pengelolaan sampah di Ibu Kota yang dinilai belum optimal, khususnya di kawasan pasar dan pusat aktivitas ekonomi.
Hal tersebut disampaikan menyusul temuan tumpukan sampah yang menggunung saat sidak di kawasan Pasar Jaya Pasar Minggu.
August mengaku kecewa karena kondisi di lapangan tidak sejalan dengan klaim peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Kami kecewa. Selama ini disampaikan bahwa Jakarta sudah sadar sampah, tapi kenyataannya di Pasar Minggu justru tumpukan sampah semakin banyak dan tinggi,” kata August, Jumat (17/4/2026).
Ia mengungkapkan, salah satu penyebab membeludaknya sampah di lokasi tersebut diduga berasal dari luar wilayah Jakarta, bahkan dari daerah penyangga seperti Bogor dan Depok.
Menurutnya, fenomena ini harus menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta agar tidak terus berlarut.
“Diduga ada warga dari luar Jakarta yang ikut membuang sampah ke sana. Ini harus diseriusi dan perlu ada ketegasan,” tegasnya.
August menilai, keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan di lapangan.
Selain itu, persoalan di tempat pembuangan akhir seperti TPST Bantargebang juga turut berdampak pada keterlambatan pengangkutan.
“Kalau kemampuan truk terbatas dan pengangkutan terganggu, maka sampah akan terus menumpuk,” katanya.
Tak hanya di Pasar Minggu, ia menyebut kondisi serupa juga terjadi di TPS Rawajati.
Menurutnya, lokasi tersebut kerap menjadi titik pembuangan sampah dari berbagai wilayah karena letaknya yang strategis di pinggir jalan dan dekat stasiun.
“Di Rawajati juga kewalahan. Sampah datang dari berbagai kecamatan, sehingga petugas kesulitan melakukan pemilahan dan pengangkutan,” jelasnya.
August menegaskan, pengangkutan sampah idealnya dilakukan setiap hari.
Namun, keterbatasan armada dan sumber daya manusia (SDM) menjadi kendala di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/TARGET-100-HARI-KERJA-Anggota-DPRD-DKI-Jakarta-August-Hamonangan-123.jpg)