Antisipasi Dampak Konflik Global, Gubernur Pramono Prioritaskan Pasokan LPG 3 Kg
Pemprov DKI Jakarta memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan LPG 3 kilogram di tengah potensi gangguan pasokan akibat konflik global.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan LPG 3 kilogram di tengah potensi gangguan pasokan akibat konflik global.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai, LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan dasar yang harus selalu tersedia, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
“Yang paling utama, yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah LPG 3 kilo, karena ini kebutuhan yang sangat dasar, ” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Pemprov DKI Tutur Pantau Distribusi Energi
Pramono menjelaskan, ketegangan geopolitik global yang saat tengah terjadi serta potensi dampak fenomena El Nino dapat mempengaruhi rantai pasok energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau distribusi energi agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat.
“Kami secara khusus memantau hal yang berkaitan dengan BBM dan juga LPG 3 kilogram, supaya jangan sampai tergopoh-gopog saat persoalan terjadi,” ujarnya.
Siapkan Langkah Antisipasi
Gubernur Pramono memastikan Pemprov DKI tidak tinggal diam dan akan menyiapkan langkah antisipatif.
Salah satunya dengan mengembangkan panel surya untuk menghemat penggunaan bahan bakar fosil.
“Kami mulai mengembangkan energi alternatif seperti solar panel sebagai bagian dari upaya efisiensi energi,” kata Pramono.
Berita Lainnya
Baca juga: Sanksi Penelantaran Anak dan Istri Tak Masuk Raperda Keluarga, DPRD DKI Siapkan Aturan Terpisah
Baca juga: Ketua RW di Kelapa Gading Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Mau Basmi Ikan Sapu-sapu, Segini Imbalannya
Baca juga: Rencana Surat Edaran Nikah Sederhana Bagi Warga, Dedi Mulyadi: Hindari Utang, Nikah di KUA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/LPDP-KHUSUS-BETAWI-Gubernur-DKI-Jakarta-Pramono.jpg)