DPRD DKI Semprot MRT Jakarta Gara-gara Insiden Penumpang Terjebak di Lift Saat Listrik Padam
DPRD DKI Jakarta mengkritik SOP keselamatan penumpang di MRT Jakarta saat insiden listrik padam hingga menyebab sejumlah orang terjebak di lift.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ringkasan Berita:
- DPRD DKI Jakarta melalui Komisi B mengkritik SOP keselamatan MRT Jakarta, terutama minimnya sistem listrik cadangan saat terjadi pemadaman.
- Kritik muncul setelah insiden listrik padam yang menyebabkan 10 penumpang terjebak di lift Stasiun MRT Lebak Bulus, hingga harus dievakuasi oleh petugas damkar.
- Pihak MRT mengakui kendala pada fasilitas pendukung (lift dan eskalator) dan berencana meningkatkan sistem cadangan listrik, termasuk kerja sama dengan PLN serta penambahan suplai dari dua gardu.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta mengkritik standar operasional prosedur (SOP) keselamatan penumpang di MRT Jakarta yang dinilai kurang baik.
Hal ini menyusul insiden listrik padam hingga menyebab sejumlah orang terjebak di lift.
Momen tersebut terjadi saat Komisi B menggelar rapat kerja bersama sejumlah BUMD di Ruang Kerja Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan, pihaknya dalam kesempatan ini meminta penjelasan kepada Direksi MRT Jakarta terkait minimnya sumber energi cadangan saat kondisi darurat.
"Ini tidak ada genset atau tidak ada istilahnya bagaimana safety, untuk cadangan listrik gitu kan terkait waktu itu kan mati lampu," kata Nova.
Menurut dia, MRT Jakarta seharusnya memiliki perencanaan yang matang terkait keselamatan penumpang.
Apalagi pada saat insiden listrik padam, pihak Damkar yang turun tangan melakukan evakuasi korban terjebak di lift.
"Ini harus ada mitigasi yang jelas, istilahnya mungkin ada perencanaan untuk memasangkan genset untuk backup plan, ketika listrik mati di ruang-ruang yang sangat urgen seperti eskalator maupun lift, itu harus ada bekapannya gensetnya," ujar Nova.
Menurut Nova, MRT Jakarta harus benar-benar mengutamakan keselamatan penumpang salah satunya memastikan sistem kelistrikan cadangan yang tidak bergantung pada PLN.
Salah satunya pengadaan genset untuk kondisi darurat, agar sistem layanan penumpang seperti lift dan eskalator tidak ikut terganggu akibat listrik padam.
"Harus ada istilahnya tadi kan bagaimana dia mati dia harus ada standby, kalau enggak kan kacau, kemarin yang nolongin Damkar. Itu saya marah besar, ini masalah keselamatan penumpang, itu yang harus kita jaga," tegas dia.
Dalam rapat kerja kali ini, Direksi MRT Jakarta yang diwakili Direktur Keungan Risa Olivia sempat menjelaskan pihaknya berencana melakukan kerja sama dengan PLN terkait mitigasi sumber energi cadangan.
"Terkait mati lampu kemarin, memang kalau kami petakan, sekarang ada tiga sistem kelistrikan yang ada di stasiun, kalau yang kereta memang sistem kelistrikannya terpisah, pada saat kemarin mati lampu kereta tidak terjadi kendala," kata Risa dalam rapat kerja.
Hanya saja kata dia, layanan pendukung di luar operasional kereta mengalami kendala saat insiden mati lampu salah satunya fasilitas eskalator dan lift di stasiun.