Pendapatan Tak Capai Target, DPRD DKI Soroti Kinerja Sarana Jaya dan Pasar Jaya

Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti kinerja keuangan dan operasional 2 BUMD yakni Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan Perumda Pasar Jaya.

Tayang:
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
TAK MENCAPAI TARGET - Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti kinerja BUMD Sarana Jaya dan Pasar Jaya yang tak mencapai target, hal ini terungkap dalam rapat kerja yang berlangsung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (24/4/2026). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta menyoroti kinerja keuangan dan operasional dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan Perumda Pasar Jaya.

Sorotan ini muncul setelah pendapatan kedua BUMD tersebut dilaporkan tidak mencapai target dalam evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengatakan realisasi pendapatan Sarana Jaya pada 2025 masih jauh dari target yang telah ditetapkan.

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025, Sarana Jaya menargetkan pendapatan sebesar Rp763 miliar. Namun, realisasinya hanya mencapai sekitar 40 persen atau Rp306 miliar.

“Tentunya ini menjadi evaluasi kita ke depan,” kata Nova usai rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Tak hanya itu, penjualan unit perumahan baru milik Sarana Jaya juga menjadi perhatian. Bahkan, terdapat klaster perumahan yang hanya terjual dua unit.

Melihat kondisi tersebut, Nova mengusulkan agar Sarana Jaya menghentikan sementara pembangunan proyek baru dan fokus mengoptimalkan aset yang dimiliki.

Menurutnya, nilai aset Sarana Jaya yang mencapai sekitar Rp6 triliun harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

“Bagaimana ke depannya dengan aset Sarana Jaya kurang lebih sampai Rp6 triliun dimaksimalkan. Jadi tidak usah bangun-bangun lagi,” tegasnya.

Selain Sarana Jaya, Komisi B juga menyoroti kinerja Pasar Jaya, khususnya dalam pemanfaatan Penyertaan Modal Daerah (PMD).

Nova mengungkapkan masih terdapat sisa dana PMD tahun 2024 sekitar Rp400 miliar yang belum terserap secara optimal.

Menurut dia, sejumlah kendala teknis menjadi penyebab, mulai dari persoalan gagal lelang hingga hambatan dalam proyek revitalisasi pasar.

Dampaknya, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen masih jauh dari target, yakni hanya sekitar Rp8 hingga Rp10 miliar.

“Kita challenge Pasar Jaya untuk ke depannya menambah revenue dan dividen melalui pasar yang sudah direvitalisasi,” ucap Nova.

Ia juga mendorong Pasar Jaya untuk mengembangkan konsep mix-use di pasar tradisional. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved