Ragam Respons Ojol Setelah Prabowo Subianto Teken Perpres Potongan Aplikator 8 Persen
Keputusan Presiden Prabowo memangkas potongan komisi aplikator ojol menjadi 8 persen, menuai berbagai tanggapan.
Penulis: Bima Putra | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Keputusan Presiden Prabowo Subianto memangkas potongan komisi aplikator ojek online (Ojol) menjadi 8 persen menuai beragam pengemudi Ojol.
Sejumlah pengemudi menyambut baik Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online diteken Prabowo tepat pada Hari Buruh 2026 tersebut.
Irmawandi, pengemudi Ojol mengatakan mengapresiasi Perpres karena membuat pendapatan driver menjadi lebih besar dibanding sebelumnya saat potongan aplikator sebesar 10 persen.
"Setuju banget, senang. Kita (pengendara Ojol) juga jadi lebih besar penghasilannya, lebih semangat narik lagi," kata Irmawandi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (1/5/2026).
Pasalnya dengan potongan komisi aplikator itu pendapatan para pengemudi Ojol menjadi 92 persen, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan.
Para pengemudi hanya berharap pihak aplikator dapat mematuhi regulasi yang sudah ditetapkan, dan pembagian keuntungan yang antara aplikator dengan pengemudi dapat lebih adil.
"Dulu kan potongan (untuk aplikator) bisa sampai 20 persen, kalau sekarang jadi delapan persen ya setuju. Mudah-mudahan sih benar diterapkan," ujar pengemudi Ojol, Junaedi.
Meski banyak yang menyambut baik, tapi terdapat pengemudi merasa bahwa potongan untuk pihak aplikator tersebut masih terlalu besar dan membebani para pengemudi.
Indra, pengemudi Ojol menuturkan idealnya potongan komisi aplikator maksimal 5 persen sebagaimana awal Ojol berkembang agar taraf hidup para driver dapat lebih sejahtera.
"Kita maunya 5 persen, kalau delapan persen masih ragu, kurang. Karena dari awal kita mintanya (potongan komisi untuk aplikator) 5 persen, kenapa dinaikkan," tutur Indra.
Menurutnya dengan kondisi saat ini para pemain pengemudi Ojol sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, karena pengeluaran mereka lebih besar dibanding pemasukan.
Sehingga Indra berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib Ojol, di antaranya dengan memberlakukan pembagian komisi maksimal 5 persen untuk aplikator.
"Kalau untuk Ojol sekarang ini masih banyak keluhan. Ongkos sama pemasukan beda, lebih besar pengeluaran. Kalau kita mintanya (aplikator) dapat 5 persen saja," lanjut Indra.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
Dikirim dari aplikasi Mail untuk Android
| Prabowo Tanya Massa Buruh Soal Manfaat MBG, Politikus PDIP: Hari Buruh Kok Tanya MBG? |
|
|---|
| Momen Presiden Prabowo Lepas Baju di Panggung Hari Buruh 2026, Kelakar untuk Pramono Bikin Senyum |
|
|---|
| TRAGEDI Tabrakan KA Bekasi: Prabowo Soroti Armada, KDM Biayai Korban, Tri Adhianto Dorong Flyover |
|
|---|
| Jangan Cuma Gara-gara Viral, Ini Harapan Azis ke Presiden Prabowo soal Kesejahteraan Guru Honorer |
|
|---|
| Warga Bantaran Rel Senen Sudah Didata, Siap Pindah ke Hunian yang Dijanjikan Presiden Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pengemudi-ojol-perpres-prabowo.jpg)