Kebakaran Hari Ini di Jakarta
Jakbar Rawan Kebakaran, DPRD DKI Minta Program 1 RT 1 APAR Segera Dipercepat
Kebakaran kembali melanda wilayah Jakarta Barat. Sebuah ruko dua lantai dan satu rumah di kawasan Pasar Nangka hangus.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kebakaran kembali melanda wilayah Jakarta Barat. Sebuah ruko dua lantai dan satu rumah di kawasan Pasar Nangka, Tegal Alur, Jakarta Barat, dilahap si jago merah pada Minggu (3/5/2026) dini hari.
Peristiwa ini menambah daftar kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan di wilayah tersebut.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting listrik dari kipas angin.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu mengatakan, korsleting listrik kerap dijadikan alasan utama dalam berbagai kasus kebakaran di Jakarta.
“Berulangkali kebakaran terjadi di Jakarta, terutama Jakarta Barat, korsleting listrik selalu menjadi kambing hitam," kata Kevin dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Kevin mempertanyakan peran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyikapi fenomena tersebut, harus ada langkah antisipatif yang dilakukan agar kejadian serupa dapat diminilisir.
"Lantas, bagaimana langkah antisipatif Gubernur DKI, yaitu Mas Pram, beserta jajaran untuk menghadapinya agar masyarakat tidak terus menerus menjadi korban,” ujarnya.
Kevin bahkan menyebut kebakaran di Jakarta Barat sudah menjadi masalah endemik yang belum mampu diatasi secara optimal oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Pemprov DKI belum dapat mengatasinya. Bahkan, ketika persoalan ini terulang berkali-kali dalam waktu berdekatan, dapat dikatakan Pemprov DKI gagal dalam menghadapinya,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebakaran di Tegal Alur tersebut terjadi tidak lama setelah insiden kebakaran di Apartemen Mediterania Garden Residences pada Kamis (30/4/2026).
Atas kondisi tersebut, Kevin mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penanganan kebakaran.
“Kondisinya ini sudah sangat genting. Dan semakin lama itu tidak bisa ditangani, maka semakin banyak lagi warga kita yang akan menjadi korban,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya percepatan program pencegahan kebakaran di tingkat masyarakat.
“Program 1 RT 1 APAR sudah tidak bisa ditunggu-tunggu lagi. Kemudian, bagaimana efektivitas Satgas Jaga Jakarta sebagai garda terdepan di masyarakat dalam menghadapi persoalan ini,” katanya.
Kevin juga meminta agar Dinas Gulkarmat lebih aktif dalam melakukan pengecekan kondisi bangunan, termasuk sistem kelistrikan dan alat pemadam kebakaran.
Tak hanya itu, ia turut menyoroti aspek tata ruang permukiman di Jakarta Barat yang dinilai menjadi salah satu faktor memperparah kebakaran.
“Selama ini, kobaran api mudah menjalar karena kondisi bangunan yang berdempetan. Harusnya, ada jarak aman agar api tidak mudah menyebar,” pungkasnya.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Cerita Joy Selamatkan Diri dari Kebakaran Apartemen Mediterania, Keluar Kamar Asap Sudah Mengepung |
|
|---|
| Kebakaran Rumah di Tanjung Duren Jumat Dini Hari, Satu Keluarga Ditemukan Tewas |
|
|---|
| Dua Rumah Warga Cakung Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik |
|
|---|
| Kios Laundry di Kelapa Gading Terbakar Akibat Kebocoran Gas, Dua Karyawan Luka Bakar Ringan |
|
|---|
| Foto Kebakaran Tumpukan Pipa dan Kabel di Kramat Jati, Asap Hitam Membubung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/KEBAKARAN-DI-KAMPUNG-NANGKA.jpg)