Komisi D DPRD DKI Tinjau Proyek NCICD di Ancol, Soroti Progres yang Dinilai Belum Signifikan

Peninjauan yang berlokasi di Jalan Taman Marina itu dilakukan sebagai respons atas kejadian banjir rob yang sempat melanda wilayah pesisir Jakarta.

Tayang:
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
PROGRES PROYEK BELUM SIGNIFIKAN - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai, masih banyak pekerjaan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Paket 2 di kawasan Ancol yang progresnya belum signifikan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi D DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan lapangan ke proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Paket 2 di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada Selasa (5/6/2026). 

Peninjauan yang berlokasi di Jalan Taman Marina itu dilakukan sebagai respons atas kejadian banjir rob yang sempat melanda wilayah pesisir Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi D yang membidangi pembangunan juga memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus mengevaluasi progres pembangunan di tengah kondisi cuaca yang belum menentu.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap pelaksanaan proyek di sektor sumber daya air.

“Sebetulnya ini kan bentuk dari pengawasan kita ya,” kata Yuke.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat pengawasan, terutama terhadap proyek-proyek strategis yang berkaitan langsung dengan penanganan banjir rob dan genangan di Jakarta.

Namun, dalam peninjauan tersebut, Komisi D mendapati masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam proyek pengendalian banjir pesisir tersebut.

Yuke mengakui, sejumlah titik bahkan masih berada dalam tahap perencanaan dan belum menunjukkan progres signifikan di lapangan.

“Masih sangat-sangat panjang yang belum selesai,” katanya.

Menurut dia, kondisi itu perlu menjadi perhatian serius agar proyek tidak berlarut-larut dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kematangan perencanaan dan penentuan prioritas pembangunan, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

Karena itu, proyek harus difokuskan pada titik-titik yang memiliki dampak paling besar, terutama wilayah yang rawan terdampak banjir rob.

“Kita berharap akan cepat selesai,” ucapnya.

Selain aspek teknis, Komisi D juga menyoroti pentingnya pelaksanaan proyek secara berkeadilan.

Menurut Yuke, pembangunan infrastruktur berskala besar seperti NCICD tidak boleh hanya memberikan manfaat bagi kelompok atau kawasan tertentu saja.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved