Viral di Media Sosial

Inovasi Modern Ketua RT Gandaria Utara: Warga Kini Diberi GPS hingga Panic Button

Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Imam Basori, terus melakukan inovasi di bidang keamanan lingkungan bagi warga.

Tayang:
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
INOVASI MODERN - Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Imam Basori, terus melakukan inovasi di bidang keamanan lingkungan bagi warga. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Imam Basori, terus melakukan inovasi di bidang keamanan lingkungan bagi warga.

Setelah menerapkan akses masuk menggunakan kartu digital, kini pihak RT mulai memberikan GPS kepada warga secara bertahap.

Imam mengatakan, GPS tersebut diberikan secara gratis kepada setiap KK. Namun, saat ini baru empat KK yang mendapatkan GPS karena keterbatasan anggaran operasional.

"Kita ada tambahan pemberian GPS kepada masyarakat," kata Imam Basori di lokasi, Rabu (13/5/2026).

"Jadi ini secara gratis, tapi bertahap. Kan dana operasional kita terbatas, jadi kita masih cari-cari GPS yang murah, yang terjangkau, tapi juga worth it untuk sistem keamanan,” sambungnya.

Inovasi lainnya yang diterapkan yakni pemasangan toa suara malam di enam titik yang diberi nama "Si Jaga Warga".

Suara malam itu erisi imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat yang disampaikan menggunakan logat Betawi.

Menurut Imam, pesan yang disampaikan melalui pengeras suara itu ditujukan khususnya kepada para remaja agar tidak pulang terlalu malam.

"Jadi suara malam itu memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya adik-adik, jam 10 malam sudah saatnya kembali pulang," ungkap Imam.

"Karena ini Jakarta ya, suaranya disampaikan dengan logat Betawi. Jadi pendekatan budayanya masuk, imbauan kamtibmasnya juga masuk,” imbuh dia.

Tak hanya itu, pihak RT juga membuat tiga titik panic button untuk membantu warga saat menghadapi kondisi darurat seperti pencurian maupun gangguan keamanan lainnya.

"Habis itu kita buat juga tiga titik panic button. Panic button itu jadi misalkan dalam keadaan darurat, pencurian, dan sebagainya, masyarakat bisa menekan tombol itu sebagai alarm, sinyal kepada masyarakat lainnya," tutur Imam.

Berita Lainnya

Baca juga: Pelaku Begal Sadis di Tambora Jakbar Ditangkap, Polisi Kejar Tiga Rekan Lainnya

Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Sumsel: Mahasiswi Celaka Tabrak Truk, Ibu-ibu Nyebrang Mendadak

Baca juga: Budayawan Ungkap Tradisi Betawi Merawat Bayi, Ada Mantra Khusus soal Mata hingga Tangan dan Kaki

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau clangsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved