Cerita Kriminal

Sindikat Pencuri Tas Lululemon di Bandara Soetta Terbongkar, Oknum Petugas Kargo Terlibat

Aksi sindikat pencuri tas mewah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akhirnya terbongkar.

Tayang:
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim/Annas Furqon Hakim
SINDIKAT PENCURI TAS MEWAH DI BANDARA SOETTA - Reka ulang aksi sindikat pencuri tas mewah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Aksi sindikat pencuri tas mewah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akhirnya terbongkar.

Sindikat ini melibatkan oknum petugas kargo di Bandara Soetta berinisial R alias K. Sementara dua pelaku lainnya berinisial A dan F.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana mengatakan, para pelaku telah beraksi sejak tahun 2024.

"Aksi para pelaku telah menyebabkan kerugian lebih dari Rp 1 miliar bagi perusahaan ekspor," kata Wisnu, Jumat (15/5/2026).

Wisnu menjelaskan, para pelaku ditangkap di kawasan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (29/4) sekitar pukul 00.30 WIB.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan kehilangan barang ekspor milik PT Pungkook Indonesia One.

"Tiga tersangka berhasil diamankan terkait kasus pencurian dan penadahan barang ekspor berupa tas merek Lululemon," ujar Wisnu.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menambahkan, pihak perusahaan menerima pemberitahuan dari pelanggan di Shanghai, China, terkait hilangnya 108 tas yang dikirim melalui kargo Garuda Indonesia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menemukan 40 karton yang sengaja dipisahkan saat pemeriksaan X-Ray.

"Tersangka F berperan mengatur agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk boks," ungkap Yandri.

Adapun aksi pencurian tas Lululemon ini didalangi oleh oknum petugas bandara berinisial R. Sementara A dan F membantu R saat melakukan aksi pencurian.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 80 tas hasil curian dijual kepada penadah berinisial BO dengan harga Rp 300 ribu per buah. 

"Dalam jumlah kecil aksi pencurian ini sudah cukup sering terjadi dan tidak pernah dilaporkan," kata Yandri.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved