Gerindra Kritik Pelayanan Rumah Sakit di Jakarta: Antrean Lama hingga Hasil Lab Lambat
Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengkritik pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dinilai masih menyulitkan masyarakat.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengkritik pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dinilai masih menyulitkan masyarakat.
Kritik itu disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Yudha Permana saat memberikan masukan terhadap Raperda Sistem Kesehatan Daerah yang diusulkan Pemprov DKI Jakarta.
Menurut Yudha, Pemprov DKI Jakarta harus belajar dari pengalaman di lapangan sebelum menyusun regulasi kesehatan.
Ia menilai pelayanan rumah sakit saat ini masih lambat, mulai dari antrean pasien, pengambilan obat, hingga keluarnya hasil pemeriksaan medis.
“Masalahnya apa? Contoh tadi Fraksi Gerindra menyampaikan waktu tunggu pasien. Waktu tunggu pasien itu sangat lama sekali di rumah sakit,” kata Yudha, Jumat (15/5/2026).
Karena itu, Fraksi Gerindra mengusulkan adanya sistem pengantaran obat langsung ke rumah pasien agar antrean di farmasi rumah sakit bisa dipangkas.
Menurut dia, sistem tersebut dapat menghemat waktu tunggu pasien hingga berjam-jam.
“Makanya Fraksi Gerindra mengusulkan sistem antar obat ke rumah. Itu bisa memangkas 3 sampai 5 jam. Jadi hanya 30 menit di farmasi mereka bisa pulang, obatnya diantar ke rumah,” ujarnya.
Selain itu, Yudha juga menyoroti antrean pasien saat pemeriksaan dokter yang dinilai belum terintegrasi dengan baik.
Ia mengusulkan sistem layanan kesehatan berbasis online dan appointment agar pasien tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.
“Nah ini kan harus dibuat sistem secara terintegrasi, online, sehingga warga yang datang itu harus datang sesuai dengan appointment-nya,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Fraksi Gerindra juga menyoroti lamanya proses hasil pemeriksaan laboratorium, MRI, CT scan hingga x-ray.
Yudha meminta Pemprov DKI Jakarta menambah fasilitas kesehatan maupun tenaga medis apabila masih terjadi kekurangan.
“Kalau unitnya kurang, ditambah. Kalau petugasnya kurang, kita tambah. Kalau kurang dokter, kita cari dokter yang terbaik,” katanya.
Menurut dia, pelayanan kesehatan di Jakarta harus mengedepankan kecepatan dan ketepatan.
| Politikus PSI Kritik Pemprov DKI soal Tawuran dan Balap Liar: Jangan Lembek Hadapi Kenakalan Remaja |
|
|---|
| DPRD DKI Minta Pemprov Jakarta Waspadai Hantavirus, Ingatkan Jangan Ulangi Kesalahan Saat COVID-19 |
|
|---|
| DPRD Jakarta Bahas Raperda Pelindungan Perempuan, Soroti Hak Pekerja hingga Pencegahan Kekerasan |
|
|---|
| Pansus DPRD Minta Pemprov Jakarta Tegas, Soroti Banyak Gedung Belum Kantongi SLF |
|
|---|
| Komisi E DPRD DKI Jakarta Desak Usut Dugaan WN Jepang Eksploitasi Anak di Blok M: Skandal Memalukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/GERINDRA-KRITIK-LAYANAN-RUMAH-SAKIT.jpg)