Waspada! Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 21 Mei, Ini Daftar Daerah Rawannya

BPBD DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir pesisir (rob) yang diprediksi hingga 21 Mei 2026. 

Tayang:
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Banjir rob menerjang pantai wisata Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Warung-warung makanan dan minuman di bibir pantai pun terendam air laut. 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir pesisir (rob) yang diprediksi hingga 21 Mei 2026. 

Fenomena ini dipicu oleh pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan baru atau Super New Moon.

Puncak Pasang Terjadi Malam Hari

Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 20.00 hingga 01.00 WIB, khususnya pada 17 Mei 2026. 

Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut dan menyebabkan genangan di wilayah pesisir utara Jakarta.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Muhammad Yohan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat pesisir utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob akibat pasang maksimum air laut, khususnya pada periode 14 hingga 21 Mei 2026,” ucap Yohan dalam keterangannya, dikutip Senin (18/5/2026).

Sejumlah Wilayah Berpotensi Terdampak

Beberapa wilayah pesisir utara Jakarta yang berpotensi terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Cilincing, Marunda, Kalibaru, hingga Kepulauan Seribu.

Masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk mengantisipasi potensi genangan, terutama pada malam hari saat pasang laut mencapai puncaknya.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Pesisir

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di kawasan pesisir saat terjadi pasang tinggi serta memastikan sistem drainase di lingkungan sekitar berfungsi dengan baik.

“Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga diharapkan dapat menghindari aktivitas di wilayah pesisir saat pasang tinggi serta memastikan saluran air di lingkungan tetap berfungsi dengan baik untuk mengurangi risiko genangan,” ujarnya.

Hubungi 112 Saat Darurat

Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang tersedia 24 jam secara gratis.

BPBD juga mengajak warga untuk terus memantau informasi terkini terkait potensi banjir melalui kanal resmi pemerintah agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih dini.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved