Harga Sapi Naik, Kambing Jadi Primadona Kurban Warga Jakarta

Kenaikan harga sapi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membuat masyarakat Jakarta mulai beralih ke kambing sebagai pilihan utama hewan kurban

Tayang: | Diperbarui:
Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima
Ilustrasi hewan kurban sapi - Penampakan Brawijaya (kiri) dan Jack (kanan), sapi kurban milik Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang diserahkan kepada Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/6/2025). 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kenaikan harga sapi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membuat masyarakat Jakarta mulai beralih ke kambing sebagai pilihan utama hewan kurban.

Tren ini terlihat dari meningkatnya minat pembeli terhadap kambing di beberapa lokasi.

Harga Sapi Naik, Minat Tertekan

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Sosial Cyril Raoul Hakim bilang, kenaikan harga sapi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pola pembelian masyarakat tahun ini.

“Ada laporan bahwa kambing cukup diminati, sementara sali mengalami kenaikan harga yang mempengaruhi volume di sebagian pedagang,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

Kondisi ini membuat pembeli mempertimbangkan ulang pilihan hewan kurban mereka tahun ini.

Kambing Jadi Primadona

Di tengah kondisi tersebut, kambing menjadi primadona karena harganya yang lebih terjangkau masyarakat.

“Di lokasi-lokasi seperti Tanah Abang, Ciracas, Pademangan, dan berbagai lapak di wilayah Jakarta, penjualan mulai ramai dengan pemesanan dari individu, perusahaan, komunitas, dan lembaga sosial,” ucap politikus PDIP yang akrab disapa Chico Hakim ini.

Penjualan Tetap Ramai

Meski harga sapi mengalami kenaikan, namun secara umum Chico mengeklaim penjualan hewan kurban di Jakarta tetap ramai.

Bahkan ia menyebut, penjualannya sudah ramai sejak awal Mei lalu dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

“Menjelang Iduladha 2026, tren penjualan hewan kurban di Jakarta secara umum menunjukkan peningkatan dan aktivitas yang cukup ramai di banyak lapak, meskipun ada variasi di beberapa titik,” kata dia.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved