Harga Avtur Naik dan Rupiah Melemah, Biaya Umrah-Haji Ikut Terkerek

Industri perjalanan ibadah umrah dan haji menghadapi tekanan akibat memanasnya konflik geopolitik dunia, khususnya Iran dan Amerika Serikat.

Tayang:
Istimewa
BIAYA HAJI TERKEREK - Jemaah haji asal Indonesia saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci, biaya perjalanan haji dan umroh ikut terekerek imbas situasi global yang tak menentu serta melemahnya nilai tukar rupiah. (Istimewa). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Industri perjalanan ibadah umrah dan haji tengah menghadapi tekanan akibat memanasnya konflik geopolitik dunia, khususnya Iran dan Amerika Serikat.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kenaikan biaya operasional penerbangan, terutama harga avtur yang membuat tiket pesawat jamaah umrah dan haji mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi kenaikan harga paket perjalanan ibadah, termasuk biaya hotel hingga fasilitas penunjang lainnya.

Direktur Operasional Marco Tour Travel, Syarif Thalib mengatakan, pihaknya terus melakukan penyesuaian strategi agar pelayanan kepada jamaah tetap berjalan optimal di tengah fluktuasi biaya perjalanan.

“Kita terus melakukan upaya agar kenaikan tidak terlalu memberatkan jamaah tanpa kita harus menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas kepada jamaah," kata Syarif, Kamis (28/5/2026).

Pilihan variasi paket perjalanan travel menjadi salah satu strateginya, calon jemaah bisa menentukan waktu perjalanan atau pilihan fasilitas sesuai budget. 

"Lebih fleksibel agar jamaah bisa menyesuaikan biayanya, Marco Travel juga tetap menjaga komitmen keberangkatan jamaah di tengah fluktuasi biaya perjalanan yang terus berubah,” ujarnya. 

Syarif menjelaskan, Marco Travel telah berpengalaman selama kurang lebih 22 tahun memberangkatkan jemaah haji dan umrah. 

Untuk itu, pihaknya optimistis dalam menghadapi situasi global yang tak menentu, serta tekanan ekonomi yang semakin berat. 

Menjaga dan meningkatkan kualitas layanan merupakan kunci bertahan, ditambah transparansi biaya kepada jemaah menjadikan Marco Travel eksis sampai puluhan tahun. 

Selain itu, pihaknya juga memberikan edukasi terkait dinamika perjalanan internasional agar jamaah memahami alasan perubahan harga paket perjalanan ibadah.

Tak hanya fokus pada pelayanan perjalanan, Marco Tour & Travel juga tetap mempertahankan pelaksanaan rangkaian ibadah sunnah haji pada musim haji tahun ini.

“Pada musim haji tahun ini, Marco Travel tetap menjalankan rangkaian ibadah sunnah haji, termasuk pelaksanaan tarwiyah, bermalam di Muzdalifah, hingga penempatan tenda jamaah yang strategis di Mina,” ujarnya.

Menurut Syarif, pelaksanaan tarwiyah menjadi perhatian utama karena jamaah diajak mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan bergerak menuju Mina pada 8 Dzulhijjah untuk memperbanyak ibadah sebelum puncak haji di Arafah.

Marco Travel juga tetap mempertahankan pelaksanaan mabit atau bermalam di Muzdalifah meski di tengah keterbatasan layanan haji modern.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved