Pengemis Anak Berkostum Badut Marak di Pademangan, Warga Minta Dinsos dan Satpol PP Bertindak

Fenomena anak-anak berkostum badut yang meminta-minta uang di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, semakin marak dan menjadi perhatian warga.

Tayang:
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino/Gerald Leonardo Agustino
PENGEMIS ANAK - Fenomena anak-anak berkostum badut yang meminta-minta uang di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, semakin marak dan menjadi perhatian warga. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO). 

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Fenomena anak-anak berkostum badut yang meminta-minta uang di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, semakin marak dan menjadi perhatian warga.

Pemandangan tersebut dapat dengan mudah ditemui di sejumlah titik keramaian, mulai dari warung makan, persimpangan jalan, hingga kawasan permukiman warga.

Anak-anak yang sebagian besar masih berusia belasan tahun itu mengenakan kostum karakter kartun dan mendatangi warga satu per satu untuk meminta uang.

Keberadaan mereka disebut bukan lagi fenomena sesekali, melainkan terjadi hampir setiap hari di berbagai wilayah Pademangan.

Warga mengaku prihatin karena anak-anak yang seharusnya berada di sekolah atau menghabiskan waktu untuk belajar justru turun ke jalan untuk mengemis.

Salah seorang warga Pademangan, Indriani mengatakan, dirinya kerap menjumpai anak-anak berkostum badut saat sedang beraktivitas di luar rumah.

Bahkan, dalam satu kesempatan saat makan di warung, ia mengaku dihampiri beberapa anak badut yang berbeda dalam waktu yang berdekatan.

"Di Pademangan Jakarta Utara ini banyak sekali anak yang menggunakan kostum badut untuk meminta-minta. Saya aja lagi makan di warung makan dekat sini sudah tiga kali dihampiri badut anak-anak peminta-minta," ucapnya, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan masih adanya anak-anak yang belum mendapatkan perlindungan dan pengawasan yang memadai dari lingkungan sekitarnya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut.

"Seharusnya ya anak-anak jangan dijadikan badut untuk minta-minta. Dia harusnya kan fokus belajar," kata Indriani.

Selain di warung makan, anak-anak berkostum badut juga kerap terlihat berdiri di persimpangan jalan untuk menghampiri pengendara yang sedang berhenti di lampu merah.

Mereka berjalan dari satu kendaraan ke kendaraan lain sambil menadahkan tangan meminta uang.

Kondisi ini dinilai berisiko karena anak-anak harus berada di tengah lalu lintas kendaraan yang padat.

Warga lainnya, Reza, mengaku hampir setiap hari menjumpai pengemis anak di berbagai titik wilayah Pademangan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved