Rupiah Melemah, Kepala Dinas PPKUKM DKI Minta Mal Jeli Manfaatkan Peluang Tarik Turis ASEAN
Kepala Dinas PPKUKM meminta APPBI jeli memanfaatkan peluang dari lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, meminta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) jeli memanfaatkan peluang dari lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Alih-alih menjadi hambatan, melonjaknya mata uang asing tersebut dinilai harus menjadi peluang emas untuk menarik turis dari kawasan ASEAN agar berbondong-bondong berbelanja di Jakarta.
"Mohon kepada APPBI supaya mungkin melihat dengan adanya kenaikan nilai tukar dolar ini, mungkin kita bisa membuat kampanye baru ya untuk belanja di Jakarta, belanja di Indonesia," ujar Elisabeth saat menghadiri pembukaan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 di Mal Central Park, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2026).
Elisabeth membeberkan bahwa tanda-tanda pergeseran pasar sudah mulai terlihat.
Saat ini, Jakarta mulai dilirik oleh wisatawan dari negara tetangga yang ingin memanfaatkan keuntungan nilai tukar mata uang mereka.
"Di situasi-situasi seperti itu, contoh Singapura, kemudian Malaysia, itu sekarang ini kan turis-turisnya sudah banyak yang ke Jakarta. Ini akan menarik," jelasnya.
Ia pun meminta APPBI untuk tidak sekadar bersikap pasif atau mengeluhkan kondisi ekonomi saat ini, melainkan harus bergerak cepat menelurkan program-program belanja yang menarik bagi pasar Asia Tenggara.
"Bagaimana dengan kondisi sekarang ini ya kita jangan cuma mikir, 'Kok gini gitu?' Tetapi kita harus mampu ya memikirkan strategi apa yang bisa kita pergunakan dengan naiknya nilai tukar dan melihat pasar seputar ASEAN," tegas Elisabeth.
Siapkan Produk UMKM
Untuk menyambut potensi berkah dari turis ASEAN ini, Elisabeth juga mengingatkan pentingnya kesiapan produk lokal di dalam mall.
Ia meminta pihak pengelola pusat perbelanjaan memberikan ruang yang strategis dan mudah terlihat bagi produk dalam negeri.
"Kami dari UMKM tentunya ingin juga diberikan yang mudah dijangkau dan terlihat ya, khususnya mall kalau boleh," katanya.
Optimis Capai Rp 16 Triliun
Sementara itu, Sekda DKI Jakarta, Uus Kuswanto optimis target transaksi FJGS 2026 yang mencapai Rp 16 triliun bisa tercapai meski daya beli masyarakat tengah menghadapi tekanan.
Menurutnya, optimisme itu didukung oleh kondisi ekonomi Jakarta yang masih menunjukkan pertumbuhan positif serta tingkat inflasi yang relatif terkendali.
"Kita enggak boleh pesimis, kita harus optimis. Dalam situasi kondisi seperti ini pun alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Jakarta cukup tinggi dan inflasi juga bisa kita kendalikan," kata dia.
| Harga MinyaKita Berpotensi Naik, Pemprov DKI Bergerak Amankan Pasokan di Pasar Jakarta |
|
|---|
| Pemprov DKI Cetak Wirausaha Muda dari Lulusan SMK, 500 Peserta Dibina Sepanjang 2026 |
|
|---|
| Pemprov Jakarta Ingatkan Pelaku UMK soal Perlindungan Kekayaan Intelektual Agar Bisnis Naik Kelas |
|
|---|
| Aturan Baru Pemprov DKI: ASN Dilarang Pakai LPG 3 Kg, Pembelian Diawasi Ketat |
|
|---|
| Harga LPG 12 Kg Meroket, Pemprov DKI Waspadai Serbuan Pengguna Gas Subsidi 3 Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/JELI-MANFAATKAN-PELEMAHAN-RUPIAH.jpg)