SOSOK Ahmad Sahroni,Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Kasus "Orang Tolol Sedunia" Jadi Petaka

Ahmad Sahroni mendadak dapat sorotan lagi usai kabar pencopotannya dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI mencuat ke permukaan.

Editor: Wahyu Septiana
Tribunnews.com/Chaerul Umam
SAHRONI DICOPOT - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ahmad Sahroni mendadak dapat sorotan lagi usai kabar pencopotannya dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI mencuat ke permukaan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Nama Ahmad Sahroni mendadak dapat sorotan lagi usai kabar pencopotannya dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI mencuat ke permukaan.

Langkah pencopotan sosok yang dikenal sebagai "Crazy Rich Tanjung Priok" ini memicu spekulasi usai pernyataan kontroversialnya yang menyebut “orang tolol sedunia.” 

Pernyataan "orang tolol sedunia" disampaikan saat merespons wacana pembubaran DPR RI.

Ahmad Sahroni yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu mengatakan siapa saja boleh mengkritik DPR RI. 

Namun tidak boleh mencaci maki berlebihan, karena bisa merusak mental. 

"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," kata Ahmad Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).

Ungkapan itu sempat viral dan menuai kecaman luas, dianggap tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat negara.

Posisi Ahmad Sahroni di Wakil Ketua Komisi III DPR RI digantikan oleh Rusdi Massse Mappasessu.

Rusdi Masse sebelumnya menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR RI.

Sementara Ahmad Sahroni kini bergeser menjadi anggota Komisi I DPR RI.

Hal itu tertuang dalam Surat Fraksi Partai NasDem bernomor F. NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025 bertanggal 29 Agustus 2025, pada Jumat (29/8/2025), dikutip dari Tribunnews.

Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat, dan Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI Ahmad Sahroni.

Dikonfirmasi terpisah, Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim mengklaim, hal tersebut merupakan rotasi biasa di fraksi.

"Rotasi rutin, sesuatu yang biasa aja di NasDem," ujar Hermawi.

Sahroni Diajak Debat 

Pasca pernyataan kontroversial 'orang tolol sedunia', Ahmad Sahroni pun ditantang oleh pemengaruh atau influencer, Salsa Erwina Hutagalung untuk berdebat.

Mulanya, Salsa mempertanyakan kinerja anggota DPR, termasuk Sahroni, dengan gaji dan tunjangan yang terbilang fantastis tersebut.

"Apa pencapaian mereka? Berapa banyak mereka berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Berapa banyak mereka berhasil mengentaskan kemiskinan?"

"Kalau udah bicara hasil, mereka semua loyo dan diam. Tapi kalau sudah bicara tunjangan, ngatain tolol berani," katanya.

Salsa pun mengaku tak terima atas pernyataan Ahmad Sahroni yaitu menganggap 'orang tolol'.

Setelah itu, Salsa pun membeberkan prestasinya di bidang debat. Wanita yang saat ini tinggal di Denmark tersebut ternyata memang memiliki prestasi mentereng di dunia tersebut.

"Ahmad Sahroni dengar ya aku adalah juara lomba debat Se-Asia Pasifik di Nanyang teknologi University, tahun 2014," kata Salsa Erwina.

"Waktu dulu aku jadi mahasiswa, aku adalah mahasiswa berprestasi di UGM. Aku mewakili Indonesia dan masuk sampai quater final lomba debat dunia di Berlin, di 2022. Siapa yang sebenarnya tolol?" imbuhnya.

Salsa lalu menantang Ahmad Sahroni untuk berdebat.

"Jadi saat kamu ngatain kita tolol, aku kasih kamu bukti ya, kita lihat siapa sebenarnya yang benar-benar tolol disini. Kita debat deh, apakah tunjangan DPR itu berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat atau enggak," ujarnya.

Ia mengaku ingin berdebat lantaran ingin membuktikan terkait dengan apakah tunjangan DPR tersebut memiliki kontribusi untuk masyarakat atau tidak.

Bahkan Salsa berjanji jika ia kalah maka akan mendukung Ahmad Sahroni untuk mendapatkan tunjangan tersebut.

"Kita debat deh, apakah tunjangan DPR itu berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat atau enggak, kalau kamu kalah, gagalkan tunjangan DPR. Kalau aku kalah, dengan legowo aku akan support kamu untuk dapat tunjangan itu," ungkapnya.

Tak hanya itu, Salsa ingin debat tersebut dapat disaksikan oleh masyarakat Indonesia secara langsung.

Bahkan dirinya meminta Sahroni mencari juri yang layak dan tidak mengambil dari teman-temannya.

"Gimana? Berani gak? Ditonton tuh sama seluruh masyarakat. Ahmad Sahroni, jawab ya, tantangan debat dari aku, kapan, kasih tahu, kita jalankan, kita laksanakan. Banyak juri-juri debat profesional, jangan ambil dari teman-teman kamu lagi, gak punya empati mereka semua soalnya," pungkasnya.

Sosok Sahroni

Pria kelahiran 8 Agustus 1977 ini merupakan seorang politikus sekaligus seorang pengusaha.

Diambil dari Wikipedia, Ahmad Sahroni terlahir dari keluarga yang sederhana, hingga akhirnya dirinya mendapatkan kesuksesan dengan jerih payahnya sendiri.

Roni tinggal di daerah yang kumuh dan miskin, mulai mencari pekerjaan di sekitar wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Roni pernah menjadi sopir antar-jemput anak-anak sekolah, tukang cuci kuali raksasa di dapur kapal pesiar asing, pelayan restoran, serta karyawan di beberapa perusahaan.

Ia juga pernah menjadi sopir di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengisian bahan bakar minyak.

Hingga akhirnya waktu bergulir, jabatannya terus naik, banyak pengalaman didapatkan, melampaui banyak kesulitan, Roni pun akhirnya berhasil memiliki perusahaan PT Ekasamudera Lima dan PT Ruwanda Satya Abadi.

Dan memiliki beberapa kapal tongkang pengangkut BBM.

Ahmad Sahroni pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014 - 2019 dari Partai Nasdem, sebelum dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Profil Ahmad Sahroni

Nama: Ahmad Sahroni

Tanggal & Tempat Lahir: 8 Agustus 1977, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Latar Belakang & Pendidikan

Berasal dari keluarga sederhana; ibunya, Hernawaty, adalah penjual nasi Padang

Semasa muda, ia sempat bekerja sebagai tukang semir sepatu dan ojek payung untuk membantu ekonomi keluarga

Pendidikan formal lanjut:

S1 Ekonomi dari STIE Pelita Bangsa (2009)

S2 Ilmu Komunikasi dari Stikom InterStudi (2020)

Gelar doktor (Ilmu Hukum) diperoleh dari Universitas Borobudur (2024)

(TribunJakarta)

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved