Kecelakaan Hari Ini

Kecelakaan Hari Ini di Sleman DIY, Tabrakan Beruntun Tiga Kendaraan, Pelajar Luka Serius

Kecelakaan hari ini di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tabrakan beruntun tiga kendaraan, Rabu (22/10/2025). Pelajar luka serius.

TribunJogja/Dok.Istimewa
KECELAKAAN  BERUNTUN - Petugas polisi mendatangi lokasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan di Jalan Yogyakarta-Wates Km 8, tepatnya di timur SPBU Ngaran, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (22/10/2025). Pengendara motor yang merupakan pelajar mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.  

TRIBUNJAKARTA.COM, SLEMAN - Insiden kecelakaan hari ini di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tabrakan beruntun tiga kendaraan, Rabu (22/10/2025).

Peristiwa kecelakaan lalu lintas itu tepatnya terjadi di Jalan Yogyakarta-Wates Km 8, tepatnya di timur SPBU Ngaran, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman sekira 05.45 WIB.

Kasihumas Polresta Sleman, AKP Salamun menyampaikan kronologi kecelakaan beruntun tersebut.

Awalnya, JSP (16) pelajar asal Tegal mengendarai Yamaha N Max bernomor polisi AB 5737 PO melaju dari arah barat ke timur di belakang sepeda kayuh yang dikendarai Priyo Utomo (77) warga Balecatur, Gamping.

Sesaat sebelum kejadian, sepeda motor tersebut menabrak bagian belakang sepeda kayuh hingga menyebabkan sepeda oleng ke kanan.

Saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Mitsubishi Light nopol AD 9336 UM yang dikemudikan Rohmad Dianto (40), warga Wonosari.

Karena jarak yang dekat sehingga terjadi benturan antara sepeda motor dan truk tersebut.

pengendara motor yang merupakan pelajar mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. 

"Akibat kejadian, pengendara motor mengalami luka cukup serius. Korban saat ini dirawat intensif di RS PKU Gamping," kata AKP Salamun dikutip dari TribunJogja, Rabu. 

Akibat kejadian itu, pengendara motor mengalami luka cukup serius, meliputi cedera pada kandung kemih, patah tulang panggul kanan serta lecet di kedua tangan.

Korban dirawat di RS PKU Gamping.

Sementara pengendara sepeda kayuh luka ringan pada kepala, tangan dan kini mendapat perawatan di RS Mitra Sehat Gamping. 

"Kalau pengemudi serta penumpang truk tidak mengalami luka," katanya.

Petugas Satlantas Polresta Sleman telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, mencatat keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Polsek Gamping.

Kecelakaan Lain

Kecelakaan lain terjadi di Pontianak. Siti Ukhro (38), seorang ibu rumah tangga yang tewas dalam kecelakaan di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan SMK Negeri 5 Pontianak, pada Selasa malam, 21 Oktober 2025.

Siti Ukhro di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan maut saat mengantar kue dagangannya ke Pasar Flamboyan.

Di rumah duka yang beralamat di Jalan Swadaya, Gang Terpadu, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar tangis haru keluarga dan kerabat tak terbendung.

Ibunda korban terlihat terus menangis mengenang putri sulungnya yang dikenal penyabar dan berbakti.

Suami korban, Muhammad Sai (43), menuturkan, malam itu istrinya berpamitan keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB untuk mengantar pesanan kue seperti biasa.

“Sehari-harinya dia ibu rumah tangga, jualan kue itu cuma sambilan. Waktu itu dia pergi ngantar kue ke Pasar Flamboyan seperti biasanya,” ujar Sai dengan suara parau, Rabu 22 Oktober 2025.

Namun hingga larut malam, Siti Ukhro tak kunjung kembali.

Perasaan gelisah menyelimuti hati sang suami. Ia bersama keluarga berusaha mencari ke sejumlah tempat, termasuk Pasar Flamboyan.

“Saya cari ke jalan, terus ke pasar, bolak-balik tapi nggak ketemu. Akhirnya saya ke Rumah Sakit Bhayangkara, rupanya benar, istri saya kecelakaan,” tuturnya lirih dikutip dari Tribun Pontianak.

Pasangan ini dikaruniai lima orang anak. 

Anak tertua masih duduk di kelas 3 SMA, sementara si bungsu baru berusia satu tahun.

“Saya masih belum bisa percaya. Dia orangnya sabar, nggak pernah ngeluh. Selalu mikirin anak-anak,” kata Sai menunduk, menahan air mata.

Jenazah almarhumah Siti Ukhro dimakamkan Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WIB di pemakaman Jalan Karya Sosial, Pontianak.

Kini, kepergian Siti meninggalkan duka mendalam dan kenangan tentang sosok ibu yang penuh kasih, bekerja keras membantu ekonomi keluarga meski hanya dengan berjualan kue di malam hari.

“Harapan saya, semoga ada itikad baik dari pihak penabrak untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang terbaik. Kalau memang niatnya baik, kami sekeluarga ikhlas,” tutup Sai pelan.

Pelaku Tanggungjawab

Adanya insiden tersebut, Rondi (45), ayah dari salah satu pelaku kecelakaan, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

"Alhamdulillah saya menghadiri pihak dari musibah. Alhamdulillah, ibaratnya menanggapi dengan baik dan dia pun meminta damai, tapi dengan satu syarat, saya bertanggung jawab atas musibah ini," ujar Rondi saat ditemui di rumah duka.

Rondi menjelaskan bahwa ia baru mendapat informasi tentang kecelakaan beberapa jam setelah kejadian dari pihak kepolisian, dan segera mendatangi rumah korban untuk bersilaturahmi dan menyampaikan niat baiknya.

"Jadi selama ada sekitaran beberapa jam saya baru dapat informasi dari kepolisian, baru saya mengunjungi rumah korban ini. Kebetulan sampai sini korban sudah dimakamkan, jadi tidak ketemu, lalu saya menyalami tuan rumah ataupun pihak korban," jelasnya.

Dari pihak pelaku, dua orang yang terlibat dalam kecelakaan tersebut juga mengalami luka-luka. Salah satunya adalah anak Rondi sendiri. Ia memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan akan menjadi tanggung jawab pribadinya.

"Keadaan anak saya luka, hanya saja saya yang menanggung. Rekan satunya juga luka, gimana caranya saya sendiri yang nanggung," tambahnya.

Rondi mengatakan bahwa meskipun terkejut atas musibah ini, ia berharap semua pihak bisa mencari solusi damai secara kekeluargaan. Ia menyebut keluarga korban juga menunjukkan itikad baik dan mengajak berdamai.

"Yang penting sama-sama tahu. Harapan saya itu aja: damai, tidak ada istilah tuntut-tuntutan atau lainnya," ucapnya.

Ia juga berkomitmen untuk ikut serta dalam prosesi 40 hari wafatnya korban, sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan. Bahkan, ia telah menyiapkan hewan kurban untuk keperluan acara tersebut.

"Saya bilang, selama 40 hari memang saya tanggung jawab terus. Keduanya nanti saya suruh ke rumah untuk acara 40 harinya, saya suruh ambil kambing. Itu saja pihak dari saya," tutup Rondi.

Tips Menghindari Kecelakaan

Menguasai teknik dasar mengemudi saja tidak cukup untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Banyak kecelakaan di jalan terjadi bukan karena kurangnya keterampilan mengendalikan kendaraan, tetapi akibat minimnya pemahaman pengemudi terhadap prinsip keselamatan berkendara.

Selain keterampilan teknis, ada aspek lain yang harus dikuasai agar pengemudi bisa lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan.

Menurut Marcell RDC Kurniawan, Training Director di The Real Driving Centre (RDC), kesadaran akan defensive driving menjadi salah satu faktor utama dalam keselamatan berkendara.

"Mengemudi itu tidak hanya soal bisa mengoperasikan kendaraan, tetapi juga tentang memahami risiko di jalan dan mengantisipasi potensi bahaya. Defensive driving mengajarkan pengemudi untuk selalu waspada, menjaga jarak aman, serta membaca pergerakan kendaraan lain agar bisa bereaksi dengan tepat," kata Marcell kepada Kompas.com, Rabu (2/4/2025).

Selain itu, pengemudi juga perlu memahami cara mengelola kelelahan dan emosi saat berkendara.

Banyak kecelakaan terjadi akibat pengemudi kehilangan konsentrasi karena kelelahan atau terpancing emosi di jalan.

"Jika sudah merasa lelah atau sulit fokus, sebaiknya segera beristirahat. Jangan memaksakan diri karena refleks dan kemampuan mengambil keputusan bisa menurun. Begitu juga dengan emosi, hindari berkendara dalam keadaan marah atau stres karena bisa memicu tindakan agresif yang berbahaya," ujarnya.

Marcell juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap aturan lalu lintas dan etika berkendara.

Banyak pengemudi yang mahir mengendalikan mobil, tetapi masih abai terhadap hal-hal mendasar seperti penggunaan lampu sein, menjaga lajur dengan benar, atau mematuhi batas kecepatan.

Selain itu, kemampuan menangani kondisi darurat juga penting untuk dikuasai.

Misalnya, pengemudi harus tahu cara mengatasi rem blong, menghadapi aquaplaning saat hujan, atau menepi dengan aman saat kendaraan mengalami kendala di jalan tol.

Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada keterampilan mengemudi, tetapi juga pada kesadaran, sikap, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di jalan.

Berita Terkait

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved