Ferdinand Hutahaean Bongkar "Jebakan" Jusuf Kalla untuk Prabowo soal BBM

Dalam pernyataannya kepada awak media, Jusuf Kalla menyebut bahwa kenaikan harga akan secara otomatis mengurangi penggunaan BBM.

Tayang:
Kompas.com/Andreas Lukas Altobeli dan dok.sekretariat presiden
JEBAKAN JUSUF KALLA - Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean, menyoroti pernyataan Jusuf Kalla terkait wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai dapat menekan konsumsi masyarakat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Ferdinand Hutahaean, menyoroti pernyataan Jusuf Kalla terkait wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai dapat menekan konsumsi masyarakat. 

Dalam pernyataannya kepada awak media, Jusuf Kalla menyebut bahwa kenaikan harga akan secara otomatis mengurangi penggunaan BBM.

Pernyataan itu kemudian menuai respons dari berbagai pihak, termasuk Ferdinand.

Bukan sekadar pendapat

Ferdinand menilai, pernyataan tersebut bukan sekadar pandangan ekonomi, melainkan bisa menjadi bagian dari skenario politik yang berpotensi merugikan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Ia bahkan menyebut adanya "jebakan" yang dapat memicu sentimen publik apabila kebijakan kenaikan BBM benar-benar diambil.

Menurutnya, jika harga BBM dinaikkan, masyarakat berpotensi bereaksi keras dan memicu gelombang protes.

Situasi tersebut, kata Ferdinand, bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melemahkan posisi Prabowo di mata publik.

"Itu lah jebakan yang dibuat oleh Jusuf Kalla terhadap Prabowo Subianto. Jusuf Kalla berharap Prabowo akan menaikkan harga BBM dan momen itu akan dijadikan sebagai momentum serangan kepada Prabowo Subianto," katanya seperti dikutip dari Instagram Ferdinand Hutahaean

Ferdinand melanjutkan kebijakan kenaikan harga BBM berpotensi memicu kemarahan publik yang kemudian dapat berkembang menjadi aksi demonstrasi besar-besaran.

Ia juga menyebut, situasi tersebut dikhawatirkan dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang berharap tekanan publik bisa melemahkan posisi Prabowo Subianto.
 
"Masyarakat tentu akan marah, mengorganisir kekuatan untuk melakukan demo besar-besaran kepada Prabowo dan mereka berharap Prabowo akan digulingkan oleh masyarakat," katanya. 

Lebih pilih naikkan BBM ketimbang WFH

Sebelumnya, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyampaikan kritik terhadap kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan pemerintah bagi aparatur sipil negara (ASN).

Kebijakan tersebut sebelumnya diberlakukan setiap hari Jumat sebagai upaya penghematan energi di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Menurut JK, tujuan penghematan BBM melalui WFH tidak sepenuhnya tepat.

Ia menilai, meskipun mobilitas pegawai berkurang, penggunaan energi di gedung perkantoran tetap berlangsung.

Konsumsi listrik untuk operasional seperti pendingin ruangan, pencahayaan, hingga perangkat kerja masih bergantung pada pembangkit listrik, termasuk yang berbasis batu bara.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved