Relawan MBG Tanpa Batas Usia, Hillary Sebut Kebijakan BGN Sangat Visioner
Anggota DPR RI, Hillary mengapresiasi respons cepat BGN membatalkan rencana pembatasan usia maksimal 50 tahun bagi relawan dapur program MBG.
TRIBUNJAKARTA.COM - Anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut memberikan apresiasi terhadap kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang tidak membatasi usia relawan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hillary mengapresiasi respons cepat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membatalkan rencana pembatasan usia maksimal 50 tahun bagi relawan dapur program MBG.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat serta membuka ruang kerja yang lebih inklusif tanpa diskriminasi usia.
Legislator Partai Demokrat itu menilai, selama seseorang masih sehat dan mampu bekerja, maka kesempatan untuk ikut terlibat dalam program nasional harus tetap terbuka.
Kebijakan BGN Lebih Inklusif
Hillary menyebut kebijakan tanpa batas usia maksimum bagi relawan MBG mencerminkan pola pikir yang lebih modern dan inklusif.
Menurutnya, negara-negara maju saat ini tidak lagi menjadikan usia sebagai ukuran utama dalam dunia kerja maupun aktivitas sosial.
"Di luar negeri, dunia profesional dan aktivitas sosial tidak lagi mempermasalahkan angka di kartu identitas," ujar Hillary kepada awak media, Jumat (8/5/2026).
"Yang menjadi tolak ukur utama adalah kesehatan fisik, kompetensi, dan semangat kerja."
"Dengan kebijakan ini, saya yakin Indonesia akan jauh lebih maju karena kita mulai membuka peluang kerja yang inklusif tanpa diskriminasi usia," sambungnya.
Kebijakan tersebut, kata Hillary, bukan hanya berdampak pada program pemenuhan gizi nasional, tetapi juga memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat.
Relawan MBG Jadi Penopang Ekonomi
Hillary menyoroti keberadaan relawan MBG yang selama ini turut membantu perekonomian keluarga, khususnya di wilayah pedesaan.
Ia menyebut banyak warga menggantungkan tambahan penghasilan dari keterlibatan mereka dalam program tersebut.
"Hampir saja banyak relawan kita terdampak secara ekonomi jika pembatasan usia diberlakukan secara kaku," kata dia.
Faktanya, banyak warga di desa-desa yang sangat bergantung pada pendapatan sebagai relawan.
"Meskipun bagi sebagian orang angka tersebut tergolong kecil, ternyata pendapatan itu mampu memberikan peningkatan signifikan terhadap daya beli keluarga mereka di daerah," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Anggota-DPR-RI-Hillary-Brigitta-Lasut-1.jpg)