Kecelakaan Hari Ini

Kecelakaan Hari Ini di Semarang, Truk Boks Hantam Area SPBU, Sopir Panik Banting Setir

Insiden kecelakaan hari ini di Kota Semarang, Jawa Tengah, truk boks hantam area SPBU Silayur, Rabu (13/5/2026). Sopir panik banting setir.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Truk boks bermuatan barang rumah tangga mengalami kecelakaan tunggal di turunan Silayur, Ngaliyan, Semarang, setelah kehilangan tenaga saat menanjak dan akhirnya mundur tak terkendali hingga menghantam area SPBU Silayur.
  • Sopir bernama Muhammad Yasin mengaku sengaja membanting setir ke arah SPBU yang sedang sepi untuk menghindari tabrakan dengan pengendara lain.
  • Truk terguling dan merusak area tanki pendam serta fasilitas SPBU.
 

 

TRIBUNJAKARTA.COM - Insiden kecelakaan hari ini di Kota Semarang, Jawa Tengah, truk boks hantam area SPBU Silayur, Rabu (13/5/2026).

Peristiwa kecelakaan tunggal itu tepatnya terjadi di turunan Silayur, Ngaliyan, Kota Semaran sekira pukul 04.30 WIB.

Sopir yang panik akhirnya membanting setir ke arah area SPBU Silayur. Truk  boks bermuatan campuran barang rumah tangga hingga kebutuhan harian itu akhirnya terguling.

KECELAKAAN HARI INI -  Proses evakuasi truk boks yang mengalami kecelakaan di area SPBU Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (13/5/2026) pagi. Truk dievakuasi menggunakan alat berat crane untuk didirikan sebelum kemudian diderek memakai truk derek keluar dari lokasi kejadian.
KECELAKAAN HARI INI - Proses evakuasi truk boks yang mengalami kecelakaan di area SPBU Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (13/5/2026) pagi. Truk dievakuasi menggunakan alat berat crane untuk didirikan sebelum kemudian diderek memakai truk derek keluar dari lokasi kejadian. (TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana/Dok Relawan)

Kronologi 

Muhammad Yasin, sopir truk boks berpelat nomor AE 8434 BA itu memberikan pengakuan.

Yasin mengaku sedang membawa muatan sandal, plastik dan kopi dari Surabaya menuju Boja, Kendal.

“Saya baru tahu kalau menanjak setajam dan sepanjang ini. Saya awalnya menanjak menggunakan gigi dua, namun saat mendekati puncak jalan, kendaraan kehilangan tenaga dan mulai melorot mundur,” kata dia.

Upaya memindahkan gigi ke posisi lebih rendah atau gigi satu gagal dilakukan karena truk telanjur kehilangan kendali.

“Mau tak oper gigi satu, sudah keduluan melorot,” ujarnya.

Dalam kondisi panik, truk terus mundur cukup jauh di jalur turunan Silayur. 

Yasin menyebut sejumlah pemotor di sekitarnya sampai berusaha menghindar agar tidak tertabrak.

Menurut Yasin, dia sengaja membanting setir ke arah area SPBU yang saat itu dalam kondisi sepi untuk menghindari tabrakan dengan pengendara di jalur utama.

Truk tersebut diketahui membawa muatan campuran dengan berat lebih dari lima ton, mulai dari tali, sandal, gelas, kopi hingga barang plastik.

Setelah kecelakaan, operasional SPBU sempat dihentikan sementara akibat kerusakan di area pengisian dan lokasi tanki pendam.

Hingga pukul 11.00 WIB, sopir masih berada di lokasi untuk mengurus proses penanganan kecelakaan sebelum menuju Mapolsek Ngaliyan. 

Sementara itu, arus lalu lintas di kawasan Silayur terpantau tetap lancar meski sempat melambat karena banyak pengendara memperlambat kendaraan untuk melihat proses evakuasi truk. 

Kondisi TKP

Saat proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 09.24 WIB, sebuah alat berat crane dikerahkan ke lokasi untuk mengangkat badan truk dari area tanki pendam SPBU atau titik distribusi bahan bakar. 

Petugas kemudian mendirikan badan truk sebelum akhirnya diderek keluar lokasi menggunakan truk derek.

Pantauan di lokasi, area SPBU tampak rusak cukup parah. 

Paving ambles dan pecah, sejumlah plang roboh, sementara bagian belakang truk ringsek. 

Beberapa bagian boks juga terlihat hancur akibat benturan keras saat kendaraan terguling.

Penjelasan Pertamina

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan DIY, Taufik Kurniawan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan kecelakaan tersebut.

“Truk tersebut hendak menanjak ke arah Kedungpane, namun dalam proses menanjak gagal kemudian mundur dan menabrak area bongkaran SPBU,” ujarnya. Rabu (13/5/2026).

Ia menyebut proses evakuasi masih berlangsung dan sementara diperkirakan menggunakan crane untuk mengangkat truk dari lokasi kejadian.

Menurutnya, area yang terdampak hanya berada di bagian pembongkaran SPBU.

Sementara dispenser pengisian BBM dan fasilitas lainnya dipastikan tidak terdampak langsung.

“Dispenser dan lain-lain tidak ada yang terdampak, namun pengecekan lebih lanjut akan dilakukan setelah proses evakuasi selesai,” katanya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun di sekitar lokasi demi menjaga keselamatan dan menghindari kemacetan selama proses evakuasi berlangsung.

“Kami memastikan proses evakuasi mengedepankan aspek safety sehingga tidak mengganggu masyarakat maupun kendaraan di sekitar lokasi,” katanya dikutip dari TribunJateng.

BERITA TERKAIT

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved