Tom Lembong Bahas Masa Depan AI, Generasi Muda Diminta Tetap Kritis
Tom Lembong, mengingatkan generasi muda agar tidak terlena dengan kemudahan teknologi hingga kehilangan kemampuan berpikir kritis.
TRIBUNJAKARTA.COM - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai membuka peluang besar sekaligus tantangan baru bagi Indonesia.
Mantan Menteri Perdagangan RI, Tom Lembong, mengingatkan generasi muda agar tidak terlena dengan kemudahan teknologi hingga kehilangan kemampuan berpikir kritis.
Hal itu disampaikan Tom Lembong saat menjadi pembicara dalam panel bertajuk “AI. Power. Global Order.” pada konferensi nasional The Cornerstone yang digelar di Jakarta, 9 Mei 2026.
Forum tersebut mempertemukan pelajar, profesional, hingga pembuat kebijakan untuk membahas dampak AI terhadap masa depan global.
Tom Lembong menilai AI memang mampu membantu manusia dalam banyak aspek kehidupan.
Namun, di balik pesatnya perkembangan teknologi itu, Indonesia juga menghadapi tantangan besar dalam membangun kemandirian digital dan daya saing teknologi.
“Malaysia sudah mengoperasikan 60 persen dari kapasitas data center di Asia Tenggara, sementara 60–80 persen hard drive di dunia diproduksi oleh Thailand," jelas Tom Lembong pada konferensi nasional The Cornerstone yang digelar di Jakarta.
"Itu adalah hasil dari kebijakan yang konsisten selama puluhan tahun,” sambungnya.
Menurutnya, Indonesia perlu menyiapkan strategi jangka panjang agar tidak hanya menjadi pasar pengguna teknologi global, melainkan mampu membangun ekosistem teknologi sendiri secara berkelanjutan.
Generasi Muda Diminta Tetap Kritis
Dalam forum tersebut, pelajar bernama Nadine Andini turut menyoroti perubahan pola pikir generasi muda akibat penggunaan AI yang semakin masif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan menggantikan proses berpikir manusia.
“Jangan sampai informasi yang diberikan secara mentah-mentah dari AI itu kita terima langsung, namun kita harus punya critical thinking," ungkapnya.
"Supaya data kita milik negara kita sendiri, kita harus mampu jadi produsen dari data. Jangan sampai data-data dari negara Indonesia dimanfaatkan oleh negara lain,” ungkap Nadine dalam forum tersebut.
Diskusi kemudian berkembang ke isu yang lebih luas mengenai posisi Indonesia di tengah persaingan teknologi dunia.
Moderator Mercy Widjaja mengangkat pertanyaan soal peluang Indonesia menjadi pemain penting dalam tatanan global baru berbasis teknologi, di tengah dominasi perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Tom-Lembong-mengingatkan-generasi-muda.jpg)