Usulan Prabowo soal Bahasa Asing, Pengamat: Belanda Lebih Layak Ketimbang Prancis dan Portugis

Wacana mengenai penambahan bahasa asing dalam kurikulum nasional kembali menjadi perbincangan publik.

Tayang:
Sekretariat Presiden
PRABOWO DI PARIS - Presiden Prabowo Subianto tiba di Prancis dalam rangka kunjungan kenegaraan, Selasa (26/5/2026) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wacana mengenai penambahan bahasa asing dalam kurikulum nasional kembali menjadi perbincangan publik setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong pembelajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia.

Sebelumnya, Prabowo juga sempat menyinggung pentingnya pembelajaran Bahasa Portugis dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.

Menanggapi perkembangan tersebut, pemerhati kebijakan publik, Sugiyanto (SGY), menilai, Bahasa Belanda justru memiliki relevansi historis dan akademik yang lebih kuat untuk dipertimbangkan sebagai salah satu bahasa asing yang diajarkan secara lebih luas di Indonesia.

Menurut SGY, jika ditinjau dari aspek sejarah, Belanda merupakan negara Eropa yang memiliki hubungan paling panjang dengan Indonesia dibandingkan Prancis maupun Portugal.

"Pengaruh Belanda terhadap Indonesia berlangsung selama berabad-abad dan meninggalkan jejak yang sangat besar dalam bidang hukum, administrasi, pendidikan, pemerintahan, hingga perkembangan bahasa Indonesia modern," kata SGY, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, Portugis memang menjadi bangsa Eropa pertama yang datang ke Nusantara pada awal abad ke-16. 

Namun, pengaruhnya relatif terbatas dan tidak mencakup sebagian besar wilayah Indonesia.

Sementara itu, Prancis hanya memiliki pengaruh tidak langsung dalam periode singkat ketika Belanda berada di bawah kekuasaan Napoleon Bonaparte melalui pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada 1808-1811.

Sebaliknya, Belanda membangun sistem pemerintahan kolonial yang berlangsung dalam rentang waktu jauh lebih lama dan mencakup sebagian besar wilayah Nusantara.

Karena itu, SGY menilai Bahasa Belanda memiliki keterkaitan yang lebih erat dengan perkembangan sejarah Indonesia.

Selain faktor sejarah, SGY juga menilai Bahasa Belanda relatif lebih mudah dipelajari oleh masyarakat Indonesia dibandingkan Bahasa Prancis maupun Portugis.

Menurutnya, bahasa Indonesia telah menyerap ribuan kosakata dari Bahasa Belanda yang masih digunakan hingga saat ini.

"Kedekatan kosakata tersebut membuat masyarakat Indonesia memiliki modal awal yang cukup baik untuk mempelajari Bahasa Belanda," ujarnya.

Ia juga menilai adanya sejumlah kemiripan antara Bahasa Belanda dan Bahasa Inggris dapat menjadi keuntungan tambahan bagi pelajar Indonesia yang telah mempelajari Bahasa Inggris.

Di sisi lain, SGY menyoroti manfaat akademik yang dapat diperoleh apabila lebih banyak generasi muda Indonesia menguasai Bahasa Belanda.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved