Persija Jakarta
Persija Dicap “APBD FC” Bikin Bos Besar Risih, Buzzer hingga Suporter Provokator Kena Sentil
Bos Persija menyinggung kemungkinan julukan itu muncul dari berbagai pihak di media sosial, mulai dari buzzer hingga provokator.
“Setelah Pak Gubernur dilantik, beliau menyampaikan ingin Jakarta lebih Persija. Kemudian saya dipanggil untuk membicarakan apa saja yang bisa dikolaborasikan,” terangnya.
Selain PAM Jaya, Persija juga bekerja sama dengan Bank Jakarta yang saat ini tengah menjalani proses rebranding dari Bank DKI.
Menurut Prapanca, perubahan nama tersebut membutuhkan strategi promosi yang efektif agar lebih dikenal masyarakat luas.
Karena itu, Persija dipilih sebagai salah satu medium promosi karena memiliki basis pendukung besar di Jakarta maupun secara nasional.
“Setiap perusahaan yang melakukan rebranding pasti punya anggaran promosi. Bank DKI yang berubah menjadi Bank Jakarta juga demikian. Persija yang dikenal luas di Jakarta dan nasional dipilih sebagai salah satu medium promosi,” katanya.
Hal serupa juga dilakukan bersama MRT Jakarta dan TransJakarta melalui berbagai konten yang dipublikasikan di media sosial Persija.
Melalui konten tersebut, berbagai layanan transportasi publik hingga fasilitas yang dimiliki kedua BUMD itu diperkenalkan kepada masyarakat.
Dukung Jakarta Menuju Kota Global
Prapanca menegaskan kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan promosi perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyosialisasikan berbagai program pembangunan Jakarta.
Menurutnya, Persija sebagai klub yang memiliki basis penggemar besar dapat menjadi saluran efektif untuk memperkenalkan berbagai program pemerintah daerah kepada masyarakat.
“Persija adalah klub yang sangat dikenal oleh masyarakat Jakarta. Karena itu, Persija bisa menjadi salah satu kanal untuk menyosialisasikan berbagai program Jakarta menuju global city,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/prapanca-dan-logo-persija.jpg)