Pesta Bola 2026
Piala Dunia Datang, Hati Suhud Selalu ke Brasil: Kenang Sejarah 1994 hingga Nobar Bareng Warga
Piala Dunia menyimpan kenangan, Anggota DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin yang menjagokan Brasil karena memiliki gaya bermain sepakbola yang khas.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Piala Dunia selalu menyimpan kenangan bagi para pecinta sepak bola, tak terkecuali Anggota DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin yang menjagokan tim nasional Brasil.
Tiap gelaran Piala Dunia, Legislator yang dalam waktu dekat akan didapuk menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta ini selalu menjagokan tim sepak bola peraih lima gelar juara dunia tersebut.
"Secara tim jagoan saya Brasil. Setiap event Piala Dunia, Brasil adalah tim yang saya tunggu penampilannya," kata Suhud kepada TribunJakarta.com, Sabtu (6/6/2026).
Suhud menjagokan Brasil bukan tanpa alasan, negara legenda sepak bola Edson Arantes do Nascimento alias Pele itu memiliki gaya bermain yang khas.
"Sesuai namanya "selecao" yang artinya pilihan, tim Brasil memiliki gaya bermain sepakbola yang khas berbeda dengan negara lain," ucap Suhud.
Sebut saja gaya bermain Jogo Bonito, gerakan khas Ginga yang menitikberatkan pada kreativitas individu pemain dan teknik tingkat tinggi.
Menurut Suhud, gaya bermain Brazil yang khas ini menjadi faktor penentu kesuksesan tim berjuluk Selecao mendominasi Piala Dunia dengan lima gelar.
"Karena itu timnas Brazil selalu lolos dan hampir tidak pernah absen dalam event Piala Dunia," jelas dia.
Tradisi
Tiap gelaran Piala Dunia, Suhud menyambutnya cukup antusias dengan membeli jersey serta menggelar nonton bareng (nobar) dengan warga.
"Selain beli jersey, untuk menyambutnya biasanya mengadakan nobar dengan masyarakat sekitar," terang dia.
Kenang Sejarah
Piala Dunia tahun ini mengingatkan dia pada edisi 1994, Amerika Serikat saat itu juga didapuk sebagai tuan rumah.
Ingatannya masih sangat jelas, Brazil keluar sebagai juara dunia 1994. Pemain bertalenta seperti Dunga, Cafu, Bebeto, Romario hingga Ronaldo mengisi skuad asuhan Carlos Alberto Parreira.
"Momen Piala Dunia paling berkesan tahun 1994 di AS ketika Brasil keluar sebagai juara dunia. Saat itu adalah momentum berkumpulnya talenta sepakbola terbaik dunia," pungkas Suhud.
Pelatih Sulit Memilih
Di sisi berbeda, pelatih anyar Brasil, Carlo Ancelotti mengaku proses menentukan 26 pemain bukan perkara mudah.
Persaingan ketat di sepak bola Brasil membuat banyak pemain berkualitas akhirnya harus gigit jari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Suhud-Alynudin-pildun-2026.jpg)