TOPIK
Rusuh di Papua
-
Massa yang berunjuk rasa di Kabupaten Sorong Kota, Papua Barat, mulai menyerang Polsek Sorong Timur, Senin (29/8/2019).
-
"Hari ini boleh sampaikan aspriasi, besok aktivitas tetap berjalan seperti biasa, itu harapan kami," katanya saat jumpa pers
-
Massa aksi demo di Kota Sorong, Papua Barat melemparkan batu ke arah Bandara Domine Eduard Oso, pada Senin (19/8/2019).
-
Tito mengatakan, ada pihak yang sengaja menginginkan terjadi kerusuhan di Papua
-
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua Lenis Kogoya menilai peran dari kepala suku sangat penting untuk menenangkan massa.
-
"Ada yang punya kepentingan tertentu dengan menyebar foto hoaks tentang mahasiswa Papua yang tewas di Jawa Timur," kata Tito Karnavian
-
Wakil Gubernur Papua Mohammad Lakotani ketika dikonfirmasi Kompas.com membenarkan adanya perusakan terhadap Bandara Domine Eduard Osok.
-
"Saya disini sebagai kepala suku menyampaikan persoalan yang terjadi ini tidak perlu dibesar-besarkan," kata Lenis.
-
Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 05.00 WIT di Waena, Papua. Saat ini pihaknya masih mengecek kondisi dari anggota kepolisian tersebut.
-
Kerusuhan di Manokwari dan Jayapua diduga bermula dari konten yang beredar di media sosial soal penangkapan mahasiswa asal Papua di Surabaya & Malang.
-
"Saya langsung komunikasikan dengan Gubernur Khofifah untuk beliau ketahui dan ditindaklanjuti," ungkap Wagub Papua Barat Mohamad Lakotani.
-
Polana mengimbau kepada seluruh stakeholder penerbangan untuk tetap siap siaga dan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan.
-
Aksi massa ini menyebabkan sebagian pertokoan dan perkantoran memilih tutup. Dari pantauan di lapangan pada pukul 13.48 WIT, tidak ada aktivitas
-
Lenis Kogoya bahkan menghimbau agar masyarakat Papua tetap tenang dimanapun berada dan tak terpancing isu-isu yang beredar.
-
Dedi mengatakan bahwa para tokoh masyarakat juga sudah mengimbau para demonstran untuk meredam aksi agar tidak berujung kekerasan.
-
Massa kemudian menyampaikan protes dengan menyebar ke sejumlah jalan sambil membawa senjata tajam dan spanduk sebagai bentuk protes.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved