TOPIK
Suporter Tewas
-
"Saya tegaskan ini bukan bentuk campur tangan pemerintah tapi bentuk perhatian kami karena ini sudah menjadi perhatian nasional,” katanya.
-
“Menurut saya yang harus dihentikan sekarang adalah viral video tersebut kalau bisa dihentikan, supaya rasa kebencian dan marah itu hilang," tegas dia
-
"Iya rencananya warga mau gelar tahlilan disini (di gang) untuk mendoakan almarhum," kata tetangga Haringga bernama Maya
-
Badan Olahraga Profesional Indonesia menyatakan enam sikap menyusul tewasnya seorang suporter Persija Jakarta di luar Stadion GBLA.
-
Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi angkat suara perihal kasus tewasnya seorang suporter Persija Jakarta
-
Pihak keluarga meminta tidak ada lagi korban jiwa setelah Haringga Sirila, entah dari kubu manapun.
-
Bopi mengutuk keras insiden di GBLA dan berharap insiden ini menjadi yang terkahir di olahraga profesional Indonesia khususnya di sepakbola.
-
Pihak keluarga meminta tidak ada lagi korban jiwa setelah Haringga Sirila, entah dari kubu manapun.
-
“Kami mengutuk keras atas insiden tersebut. Kami menginginkan besok liga berhenti terlebih dulu selama satu minggu untuk menyelesaikan masalah ini,”
-
"Dia kalau abis nonton Persija di luar kota pasti selalu bawain oleh-oleh. Baik banget anaknya biarpun kita ledekin juga diam aja enggak pernah marah"
-
Pada unggahan tangkapan layar yang diunggah oleh akun The Jakmania, disebutkan adanya sweeping plat D di kawasan Halim Perdanakusuma.
-
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengungkapkan bahwa kabar tersebut merupakan berita bohong atau hoax.
-
Beruntung tak sempat terjadi bentrokan yang mengakibatkan korban jiwa karena kawanan pemuda itu melarikan diri.
-
Kematian Haringga Sirla (23) mengejutkan warga RT 013/03, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat. Ini panggilan akrab warga kepada almarhum.
-
Teco, panggilan akrab Stefano Cugurra menyatakan peristiwa di hari itu menjadi hari yang sangat tidak baik untuknya.
-
Haringga, anak bengkel tapi loyalis tulen Persija Jakarta. Kepergiannya yang tewas dikeroyok membuat sepak bola Indonesia berduka.
-
Ketua Jakmania Koordinator Cengkarang, Bayu Ali Said, begitu sedih setelah anggotanya, Haringga Sirla, meninggal.
-
"Pokoknya jangan sampai ada satupun yang lolos, semuanya harus dihukum setimpal," kata Mirah (55), ibu korban.
-
"Saya enggak terlalu kenal detail sama dia, tapi anaknya itu kalau misalkan keluar mau beli makan kan lewat pos satpam nah dia itu selalu negur,"
-
Haringga Sirla harus mengubur dalam-dalam impiannya untuk memajukan dan membesarkan nama Persija Jakarta di kancah sepak bola Indonesia.
-
Haringga Sirila tewas akibat dikeroyok oleh sejumlah oknum Bobotoh di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (23/9/2018) sore.
-
"Korban meninggal di lokasi kejadian. Dipukul oleh berbagai benda, salah satunya kayu, piring dan sebagainya," ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung.
-
Menurut Tsamara, dari kasus yang menimpa Haringga bisa dijadikan pelajaran yang dapat diterapkan dalam bidang apapun itu.
-
Kedua Orangtua Haringga Sirila mendapatkan firasat sebelum anak mereka tewas akibat dikeroyok oknum bobotoh Persib Bandung.
-
Pendukung Persib Bandung, Bobotoh, dan pendukung Persija Jakarta, The Jakmania diminta tak tersulut provokasi di media sosial.
-
Yusuf Mansur berpendapat, kasus ini menjadi peringatan tak hanya untuk suporter bola saja, namun juga untuk semua orang.
-
Dalam surat tersebut, pengurus The Jakmania siap berperan aktif membantu proses penyeledikan yang tengah berlangsung.
-
"Dia memang begitu mencintai Persija, dia pun punya KTA (Kartu Tanda Anggota) Jakmania Cengkareng," kata Hilmi kepada TribunJakarta.com.
-
"Dia orangnya baik saja supel. Sama orang tua menurut lah jadi tidak badung, tidak merokok, tidak minum-minum. Intinya sama orang tua sayang bener."
-
Pesamn terakhir Haringga untuk Persija Jakarta hingga postingan kutipan menyentuh di Instagramnya.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved