Pengguna SKK Palsu Banyak Yang Tidak Tahu Diklat SKK

Setelah memiliki SKK, nantinya mereka dapat bekerja di kapal kecil dengan jarak berlayar sampai 60 mil.

Pengguna SKK Palsu Banyak Yang Tidak Tahu Diklat SKK
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Bukti Surat Keterangan Kecakapan (SKK) palsu dalam konferensi pers Pengungkapan Kasus Pemalsuan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) untuk Nahkoda Kapal di Aula Atmani Wedhana Sat Pol Air Polda Metro Jaya, Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Kabid Keselamatan Berlayar Capt. Hendri Ginting dari Kesyahbandaran Dirjen Perhubungan Laut menduga alasan banyaknya nahkoda kapal kecil menggunakan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) dalam melaut adalah tidak mengetahui tempat pelatihan.

"Sebenernya nggak sulit, ini kan pendidikannya hanya beberapa hari saja. Cuman mungkin mereka tidak mengetahui di mana tempat mengambil diklat ini," kata Hendri di konferensi pers Pengungkapan Kasus Pemalsuan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) untuk Nahkoda Kapal di Aula Atmani Wedhana Sat Pol Air Polda Metro Jaya, Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/3/2018).

Baca: Berawal dari Hobi, Dua Bapak Ini Bikin Kedai Kopi Bersama

Mengenai syarat mendapatkan SKK, Hendri mempersilahkan Rahmat, seorang petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Dirjen Perhubungan Laut, untuk menerangkan.

Kepada awak media, Rahmat menerangkan secara singkat tentang prosedur yang harus dilakukan nahkoda untuk mendapatkan SKK.

"Jadi kita mempelajari permesinan, bagaimana dia bernavigasi, itu tidak dipungut biaya. Setelah kita beri pelajaran mereka kita tes. Kalau misalnya jawabannya memenuhi prasyarat, kita keluarkan sertifikat ini, akan tetapi kalau dia tidak lulus, kita suruh ulang lagi sampai dia mengerti tentang aturan pelayaran, undang-undang yang berlaku, cara bernavigasi," terang Rahmat.

Baca: Pos RW di Glodok Ambles Diduga Akibat Pengerukan Kali Krukut

Rahmat menambahkan, SKK diberikan kepada pelaut pemula yang memenuhi prasyarat.

Setelah memiliki SKK, nantinya mereka dapat bekerja di kapal kecil dengan jarak berlayar sampai 60 mil.

Bahkan, mereka juga dapat bekerja di sektor lain, seperti perusahaan perhotelan atau bea cukai.

"Ini sertifikat ini kita berikan kepada pelaut-pelaut pemula. Jadi mereka-mereka yang dari SD atau SMP nggak sekolah tapi umurnya sudah 17 tahun yang bisa bekerja di atas kapal ikan, atau kapal lain, kita berikan lah suatu pengalaman. Nanti mereka bisa bekerja di perusahaan ikan, atau mungkin di perusahaan perhotelan, atau mungkin di bea cukai ada pak," imbuh dia.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help