TribunJakarta/

Pengadilan Negeri Depok Masih Pertimbangkan Eksekusi Pasar Kemiri Muka

Lahan Pasar Kemiri Muka Depok diketahui dimenangkan oleh PT Petamburan.

Pengadilan Negeri Depok Masih Pertimbangkan Eksekusi Pasar Kemiri Muka
TribunJakarta.com/Muslimin Trisyuliono
Ketua Pengadilan Negeri Depok Sobandi di Pengadilan Negeri Depok, Senin (16/4/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muslimin Trisyuliono

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK -- Ketua pengadilan negeri Depok Sobandi masih mempertimbangkan eksekusi Pasar Kemiri Muka Depok pada tanggal 19 April 2018 nanti.

Ratusan pedagang Pasar Kemiri Muka Depok lakukan aksi damai menolak dan membatalkan eksekusi didepan pengadilan negeri Depok pada pukul 09.40 WIB.

Lahan Pasar Kemiri Muka Depok diketahui dimenangkan oleh PT Petamburan.

Baca: Positif Konsumsi Sabu, Mantan Anggota DPR Mengaku Hanya Iseng

Ketua pengadilan negeri Depok Sobandi mengatakan eksekusi yang akan dilakukan berkoordinasi dengan pihak Polres Depok.

Namun untuk eksekusi yang akan dilakukan menunggu apakah kondisi kondusif atau tidak.

"Laporan pengamanan dari pihak Polres apakah kondusif tidak bila dilakukan eksekusi," ujar Sobandi, Senin (16/4/2018).

Baca: Begini Sosok Kompol Fahrizal Penembak Adik Ipar di Mata Rekan-rekannya

Setelah pedagang melakukan aksi didepan gedung pengadilan negeri Depok Sobandi mempertimbangkan kembali untuk melakukan eksekusi.

"Tetapi yang menjadi pertimbangan ketua pengadilan apakah akan ditunda atau tidak sama dengan peninjauan kembali (PK) kita tidak menunda eksekusi," tambahnya.

Sobandi menambahkan Wali kota Depok mewakili para pedagang dan masyarakat untuk memperjuangkan masyarakat menyampaikan kepada kita untuk eksekusi ditunda.

"Pengadilan sudah menetapkan eksekusi itu akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 April 2018 tetapi itu apakah ditunda atau dilanjutkannya karena kita sampai sekarang masih menunggu laporan dari Polres apakah bisa dieksekusi atau tidak," tegasnya.

Penulis: Muslimin Trisyuliono
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help