Pengelola Diskotek Exotic: Sebelum Ditutup Pemprov DKI, Kami Sudah Berhenti Operasional
"Sebelum ditutup Pemprov DKI besok, kami sudah berhenti operasional dari hari Minggu," kata Tete.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Diskotek Exotic tempat Sudirman (41) meregang nyawa pada Minggu (1/4/2018) kini sudah tidak beraktivitas.
Staff Humas Exotic Tete Martadilaga mengungkapkan kegiatan operasional Exotic berhenti beroperasi sejak Minggu (15/4/2018).
"Sebelum ditutup Pemprov DKI besok, kami sudah berhenti operasional dari hari Minggu," kata Tete.
Pantauan TribunJakarta.com, rolling door diskotek Exotic terkunci rapat.
Baca: Deretan Fakta Jembatan Widang Ambruk: Kronologi, Pernah Ambles 15 Cm Sampai Data Korban
Tak ada tanda-tanda aktivitas sama sekali di dalamnya.
Sejumlah remaja belia menggunakan pelataran Exotic sebagai tempat duduk sembari bercengkrama dengan sesamanya.
Dari enam lampu yang terpasang di pintu masuk, hanya dua lampu yang menyala.
Selepas Maghrib, diskotek itu tampak gelap.
Baca: Canda Ahok Ingin Bikin Stand Up Comedy Usai Hirup Udara Bebas
Warga sekitar, Aisyah (31) mengakui ketiadaan aktivitas di diskotek yang disebut Pemprov DKI Jakarta menjadi tempat peredaran narkoba.
"Sekarang memang sudah tutup, jadinya sepi. Ya seperti sekarang ini kondisinya," tuturnya, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).
Terkait kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menutup Exotic setelah Sudirman meninggal, pihak manajemen Exotic mengaku kecewa.
Menurut Tete surat keputusan (SK) pencabutan izin usaha Exotic seharusnya dikeluarkan setelah pihak kepolisian menyelesaikan penyidikan.