Taufik Gerindra Tegaskan Wacana Prabowo Jadi Cawapres atau King Maker, Psy War Melemahkan

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menegaskan Partai Gerindra tetap menunjuk Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2019.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ JAISY RAHMAN TOHIR
M Taufik politikus Partai Gerindra itu, di Balai Kota, pada Jumat (23/2/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, CEMPAKA PUTIH -- Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik, menegaskan bahwa banyak pernyataan sejumlah pihak yang ingin menjatuhkan citra Prabowo Subianto.

Hal ini dilakukan dengan menyebar isu Prabowo bersedia mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden. 

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menegaskan Partai Gerindra tetap menunjuk Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Di luaran Pak Prabowo dibilang mau jadi cawapres atau king maker, itu, kan strategi saja, Psy war untuk melemahkan," ujar Taufik saat jumpa pers di Kantor DPD Gerindra DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).

Taufik menjelaskan hal itu dalam balutan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden berwarna hitam.

Baca: Fadli Zon: Kami Masih Yakin Pak Prabowo Akan Menang

Baca: Usai Bertemu SBY, Wiranto Berencana Temui Prabowo Subianto

Taufik menilai isu yang digaungkan itu tidak akan berpengaruh dengan keyakinan Gerindra memenangkan Prabowo.

Taufik berharap pendukung Prabowo hanya mempercayai informasi yang berasal dari internal Gerindra.

Begitu juga soal isu yang menyebut Joko Widodo membuka peluang Prabowo menjadi cawapres. 

"Kami enggak akan pernah ganti (calon presiden), dijamin 1.000 persen enggak ganti. Kalau ada orang luar (yang ngomong), sok tahu itu Pak Prabowo begini begitu. Tanya sama kami sudah paling benar," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu. 

"Pak Jokowi buka pintu boleh, tetapi kalau pintunya Pak Prabowo calon presiden, boleh. Untuk jadi kedua enggak," ujar Taufik.

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul 'Gerindra: Prabowo Dibilang Jadi Cawapres atau "King Maker", Itu Strategi Melemahkan...'

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved