Ajarkan Pluralitas, Rektor UIN Pastikan Tak Ada Lagi Paham Radikal Menyebar di Kampus

Dede memastikan dengan adanya tim kode etik dan dan pengajaran pluralitas, tidak ada paham radikal yang menyebar, terutama melalui dosen-dosen.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dede Rosyada, di Kampusnya, Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Dede Rosyada, memastikan di kampusnya tidak ada lagi paham radikal yang menyebar.

Hal tersebut ia sampaikan karena di UIN Jakarta sudah ada program yang mengajarkan tentang pluralitas dan Islam yang moderat.

Baca: Punya Pengalaman Pegawai Terkait Terorisme, Kepala BNN Prihatin Atas Serangkaian Teror di Surabaya

"UIN sampai sekarang tidak ada lagi yang seperti itu (paham radikal), programnya bagaimana kita meningkatkan pemahaman tentang pluralitas pemahaman tentang toleransi, tentang Islam yang moderat, pemahaman Islam Wasatiyah," ujar Dede, di Aula Student Center UIN Jakarta, Senin (14/5/2018).

Dede mengakui, dulu di UIN Jakarta sempat menyebar paham-paham radikal yang masuk melalui dosen yang mengajar.

Baca: Pesan Janggal Legita Kepada Suami Sebelum Tewas Akibat Bom Surabaya: Saya Pergi Lama Sekali

Namun saat ini UIN Jakarta sudah memiliki tim kode etik yang memastikan cara dosen mengajar sesuai kurikulum yang tidak terkandung paham radikal.

"Mungkin transfer dari dosen-dosen dalam menerangkan mata kuliah yang mereka pegang, sehingga itu masuk dan mendoktrin mereka (mahasiswa), itu dulu, sekarang Kita sudah ada tim kode etik sejak dari fakultas."

"Secara tegas kami telah sampaikan kepada seluruh dosen bahwa ngajar ya ngajar saja sesuai kurikulum, tanpa memengaruhi mahasiswa kita akan sesuatu yang tidak benar. Karena Islam radikal itu tidak ada di pekuliahan,” paparnya.

Baca: Marak Kejahatan, Permintaan Pasang CCTV Meningkat, Pedagang Raup Omzet Ratusan Juta Sebulan

Dede memastikan dengan adanya tim kode etik dan dan pengajaran pluralitas, tidak ada paham radikal yang menyebar, terutama melalui dosen-dosen.

"Tapi sekarang sudah kita sadarkan secara keseluruhan dan kemudian selama lima tahun terakhir tidak tejadi hal yang aneh-aneh di sini. Jika ada akan kita panggil, kita konseling kita ada tim kode etik tingkat fakultas dan ini sudah kuat,” tegasnya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved