Alarm Dibunyikan, Ratusan Anggota Polres Depok Bersenjata Keluar, 2 Orang Ini Diminta Menyerah

Dua orang tersebut diminta membuka tas ransel berisikan bom dan senjata tajam.

Alarm Dibunyikan, Ratusan Anggota Polres Depok Bersenjata Keluar, 2 Orang Ini Diminta Menyerah
TribunJakarta/Bima Putra
Simulasi penanganan serangan terorisme di halaman Polresta Depok, Pancoran Mas, Depok, Rabu (16/5/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Jajaran Polresta Depok melakukan simulasi penanganan aksi terorisme di halaman Mapolresta Depok.

Dalam simulasi tersebut dua orang berperan sebagai teroris yang ingin melakukan bom bunuh diri.

Baca: Rohaniawan Muda Amerika di Indonesia Ini Ingin Jadi Atlet Lompat Galah di Olimpiade

Sekitar 250 personel yang terdiri dari Bagian Operasional, Sabhara, Reskrim, Tim Jaguar, Propam, PJU dan Pamen Polresta Depok terlibat dalam simulasi.

Giat yang dipimpin Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto berawal dari anggota yang mencurigai dua orang yang berperan sebagai teroris.

Dua orang tersebut diminta membuka tas ransel berisikan bom dan senjata tajam.

Baca: Jual Pacar Sendiri, Mucikari Muda Ditangkap Polisi Saat Check In di Hotel

Setelah mengetahui isi tas, anggota membunyikan alarm peringatan yang disambut keluarnya ratusan anggota bersenjata lengkap.

Mereka berlindung di balik kendaraan roda empat sembari mengarahkan senjata ke arah dua teroris dan meminta mereka menyerah.

"Kita lakukan siapkan komando, Sispam markas, untuk melatih seluruh anggota tentang apa saja yang kita lakukan ketika markas mendapatkan gangguan atau ancaman. Kemudian ketika ada ancaman yang intensitasnya lebih tinggi, misalkan sasaran ini menggunakan senpi dan sajam," kata Didik kepada wartawan, Pancoran Mas, Depok, Rabu (16/5/2018).

Baca: Bumi Milik Tuhan, Warga Magetan Terima Jenazah Pengebom Gereja Surabaya Dimakamkan di Sana

Dikatakannya, latihan tersebut digelar guna mempersiapkan anggota saat terjadi gangguan.

Hal ini juga untuk mencegah timbulnya korban jiwa saat adanya gangguan.

"Kita latihan ke anggota agar kedepannya lebih mempersiapkan diri kepada petugas yang sedang melaksanakan tugas," jelasnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help