Warga Bantar Gebang Ancam Tutup Tempat Pengelohan Sampah Jika Dana Kompensasi Bau Tidak Cair

"Kalau sampai hari itu (Senin) juga belum cair, otomatis warga akan menutup pintu gerbang TPST," kata Tajiri

Warga Bantar Gebang Ancam Tutup Tempat Pengelohan Sampah Jika Dana Kompensasi Bau Tidak Cair
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sejumlah Truk pengangkut sampah tengah antre di pintu masuk TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTAR GEBANG - Warga sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gerbang, Kota Bekasi, mengancam bakal tutup akses masuk truk sampah jika dana kompensasi bau belum cair.

Ketua Lembaga Pembedayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketing Udik, Tajiri mengatakan pihaknya sudah menyampaikan keluh kesah warga kepada pengelola TPTS melalui pertemuan langsung yang dilakukan pada, Rabu (16/5/201).

Baca: Perempuan Sudan Ini Dicambuk 75 Kali Karena Menikah Tanpa Persetujuan Ayah

Pada kesempatan itu, ia menyatakan, warga ingin dana kompensasi bau dapat dicairkan paling tidak hari jumat ( 18/5/2018), namun jika belum juga bisa cair, warga memberikan kesempatan paling lambat sampai Senin (21/5/2018).

"Kalau sampai hari itu (Senin) juga belum cair, otomatis warga akan menutup pintu gerbang TPST, rencananya kita hari Selasa (22/5) bikin aksi penutupan pintu gerang, itu warning (peringatan) dari warga," kata Tajiri kepada TribunJakarta.com

Dia menambahkan, sejauh ini, warga sekitar TPST Bantar Gebang sudah merasa tenang dan menerima wilayahnya dijadikan lokasi pembuangan sampah, meski sehari-hari harus terkena dampak pencemaran terutama bau sampah.

"Kalau untuk aktivitas sejauh ini sudah tidak menggangu warga, menggangu itu apabila kompensasi itu terlambat, karena kita tahu TPTS Bantar Gebang ini kita anggap tempat kita yang memang kita sudah legowo sebagai masyarakat Bantar Gebang yang wilayahnya menjadi TPST," jelas Tajiri.

Baca: Menonton Tapi Tidak Terlalu Ikuti Jalannya Pertandingan, Famia Mengaku Tetap Cinta Persija

Untuk itu, warga berharap Pemerintah baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi bisa menepati janji untuk memberikan dana kompensasi bau seacara tepat waktu.

"Masyarakatkan tidak mau tau sistem administrasi, taunya hak tepat waktu, kita tidak menyalahi instansi Pemprov DKI atau Pemkot Bekasi, cuma kita menuntut hak yang biasa diberikan secara triwulan," tandasnya

Sebelumnya, dana kompensasi bau untuk warga sekitar TPST Bantar Gebang belum juga cair. Padahal, dana sebesar Rp 600 ribu yang seharusnya dapat dinikmati warga tiga bulan sekali itu hingga memasuki bulan kelima mandek lantaran terkendala masalah administrasi.

Baca: 9.898 dari 15 888 Perangkat Kelurahan di Jaksel Telah Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

TPST Bantar Gebang merupakan lokasi pembuangan sampah akhir milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang lokasiny berada di Kota Bekasi Jawa Barat.

Dalam sehari, sebanyak 7000 ton sampah dari DKI diangkut ke tempat pembuangan sampah akhir seluas 110 hektar itu.

Ada sekitar 18 ribu warga yang bermukim di sekitar TPST Bantar Gebang, ribuan warga itu dibagi ke dalam tiga Kelurahan yakni, Ciketing Udik, Cikiwul dan Sumurbatu, semua warga di tiga kelurahan tersebut memiliki hak uang kompensasi bau dari Pemprov DKI Jakarta.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help