Punya Kekayaan Rp 28 Triliun, Ini Sumber Keuangan ISIS Sehingga Tak Pernah Kehabisan Modal

Sebuah situs The New Worth Celebrity, kemudian melaporkan soal kekayaan yang dimiliki ISIS sekitar 2 Milliar Dollar As (Sekitar Rp28 Triliun).

Editor: Erik Sinaga
Isis dan jumlah kekayaannya (Kolase Intisari) 

TRIBUNJAKARTA.COM- Sudah bukan rahasia lagi jika ISIS adalah salah satu kelompok teror paling terkenal di dunia.

Namanya begitu menggema sebagai kelompok terror yang meresahkan sekaligus menebar ancaman di berbagai negara setelah sekelompok serangan teror muncul dan diklaim adalah salah satu dari tindakan mereka.

Baca: Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi Deportasi 2 TKA Asal India

Sebagai kelompok teror paling berbahaya dan berpengaruh secara Internasonal, rupaya ISIS memiliki jumlah kekayaan yang sangat fantastis.

Kelompok yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghadadi telah berkembang sangat cepat dan juga memperoleh kekayaanya dengan cara cepat.

"Mereka menggunakannya untuk membayar gaji para pejuang dan sampai batas tertentu untuk mengatur kekhalifahan dan membayar pegawai sipil," menurut laporan intelijen AS.

Baca: Jalan Pondok Cabe Macet, Ini Penampakannya

Selain itu dinyatakan bahwa kelompok itu akan mengirim uang kepada para pejuang ISIS yang selamat yang terlibat dalam pertempuran.

Seluruh organisasi memiliki sekitar 20.000 hingga 31.000 pejuang, sesuai dengan data intelijen AS.

Sebuah situs The New Worth Celebrity, kemudian melaporkan soal kekayaan yang dimiliki ISIS sekitar 2 Milliar Dollar As (Sekitar Rp28 Triliun).

Baca: Lolos Jadi Peserta Pemilu 2019, Perindo Silaturahmi ke Pemkot Jakarta Timur

Lalu dari manakah mereka memperoleh uang sebanyak itu? Rupanya jumlah tersebut adalah hasil dari penjualaan minyak mentah yang menghasilkan 1,5 Juta Dollar AS (sekitar Rp 2 Millar).

Namun masih banyak sumber penghasilan lain yang membuat mereka kaya raya, mereka mengumpulkan 20 % pajak penghasilan atas lebih dari 10 juta penduduk, 40 persen kendali produksi gandum Irak, dan hampir 46 juta Dollar AS (Rp 640 Milliar) untuk tebusan dari kasus penculikan setiap tahun.

Mungkin banyak sumber penghasilan mereka, tetapi minyak adalah sumber pendapatan utama kelompok teroris ini.

Baca: Warga Surabaya Tolak Pemakaman Pengebom Gereja, Walikota Risma Minta Fatwa MUI

ISIS mengendalikan 10 ladang minyak melalui Irak dan Suriah. Kedua wilayah ini dijuluki oleh kelompok militan ini 'Black Gold.'

Minyak tentu diperlukan oleh warga sipil yang tinggal di wilayah ISIS, dan juga bahan bakar mesin perang.

Kelompok ini menjual sekitar 34.000 hingga 40.000 barel minyak mentah setiap hari kepada para pedagang independen, dan masuk ke pasar gelap yang memberi mereka lebih dari 1,5juta per hari (Sekitar Rp Rp 2 Milliar).

Organisasi ini juga bertindak seperti mafia yang mengumpulkan pajak dari berbagai barang komersial seperti truk dan menara pemancar, menurut Ahram.

Baca: Gugatan Dikabulkan, Istri Polisi yang Dibunuh Teroris saat Idul Fitri Dapat Kompensasi Rp 600 Juta

Halaman
12
Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved