Ramadan 2018
Mengaku Sedih, Sandiaga Tak Ingin Lagi Lihat Warga Salat Tarawih di JPO
Sandi menilai bahwa selain mengutamakan keselamatan para jamaah, salat di JPO juga dinilai kurang pantas.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno merasa sedih mendengar kabar ada warga di Cipinang Besar Utara (Cibesut) Jakarta Timur melakukan Salat Tarawih di jembatan penyeberangan orang (JPO).
Sandi mengatakan, dirinya akan meminta camat dan lurah sekitar, untuk tidak terulang kembali.
"Ya itu saya terenyuh banget. Pak Lurahnya saya coba cari dekat situ sama pak camatnya. Kemarin sudah ngomong sama teman-teman dari wilayah," kata Sandiaga Uno di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Baca: Beralas Kardus, Warga Pasar Gembrong Salat Tarawih di JPO, Warga: Nikmati Saja Bentar Lagi Digusur
Baca: Daya Tampung Musala Sedikit, Warga Pasar Gembrong Salat Tarawih di JPO
Sandi menilai bahwa selain mengutamakan keselamatan para jamaah, salat di JPO juga dinilai kurang pantas.
"Kita lihat Ulama kan menyampaikan keutamaan salat itu di Masjid," katanya.
Menurutnya, saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang menunggu laporan dari camat dan lurah yang dimaksudkan untuk dimintai keterangannya.
Sandi mengatakan, pihaknya akan mencari alternatif lain agar masyarakat tak lagi salat di JPO.
"Itu juga membawa hikmah. Kita memberikan semua pesan untuk yang salat sebisa mungkin di masjid. Tapi kalau memang darurat dan tidak ada tempat ya dicarikan tempat oleh saya," katanya.