Berusia 300 Tahun, Inil Sejarah Masjid Jami Al-Islam Petamburan: Khotbah dari Bahasa Arab ke Melayu
Meskipun mendapat peringatan, tetapi ia tetap jalan dengan keputusannya berkhotbah Jumat dengan bahasa Melayu.
Penulis: Anisa Kurniasih | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih
TRIBUNJAKARTA.COM, PETAMBURAN - Masjid Jami Al-Islam yang sudah berusia 300 tahun berada di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Masjid yang didirikan sejak 1771 tersebut menyisakan banyak cerita.
Kepada TribunJakarta.com, Iwan Ichwanussofa selaku Wakil Ketua pengurus masjid Al Islam mengungkapkan bahwa banyak versi cerita yang ada di masyarakat tentang siapa yang mendirikan masjid tersebut.
Baca: Indonesia Hadapi Malaysia Berebut Tiket Seminal, Ini Link Live Streaming Piala Thomas dan Uber 2018
Namun, sesuai cerita yang ia terima dari kakek dan ayahnya yang juga pernah menjadi pengurus masjid Al Islam, masjid ini dibangun oleh Syekh Abdurrahman Al Misri.
Tanah Abang tempo dulu nyaris tidak jauh berbeda peran dan fungsinya dengan Tanah Abang saat ini, yakni sama-sama sebagai pusat perdagangan dan ekonomi.
Karena menjadi pusat perdagangan, tak pelak Tanah Abang pun menjadi daerah tempat berkumpulnya semua suku bangsa, baik yang berasal dari luar negeri, seperti Cina, Arab dan India, maupun suku dari seluruh pelosok Nusantara.
Syekh Abdurrahman al-Misri, seorang bangsawan ulama datang ke Betawi pada akhir abad ke-16 M. Tujuannya ialah mengembangkan dakwah Islam.
Ia memilih daerah Tanah Abang karena di daerah ini banyak bermukim perantau yang umumnya menjadi pedagang.
Baca: Seorang Ayah Pukul Kepala Anak Perempuannya yang Berumur 2 Tahun Hingga Meninggal
Ketika itu, di Tanah Abang belum ada masjid yang dianggap strategis dan dekat dengan lokasi pasar.
Memang ada satu dua masjid, tetapi letaknya jauh dari lokasi pasar.
Karenanya, pedagang enggan datang ke masjid.
Dengan kata lain, ia berpendapat bahwa diperlukan sebuah masjid untuk membina iman dan Islam para pedagang di Tanah Abang ini.
Baca: Remaja 14 Tahun Ini Dihukum Mati di Kursi Listrik, 70 Tahun Kemudian Dia Dinyatakan Tidak Bersalah
Singkatnya, berkat bantuan banyak pihak, berdirilah sebuah masjid yang kemudian diberi nama Masjid Jami Al-lslam pada tahun 1770 M.
Lokasi masjid ini sekarang masuk dalam wilayah Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, tepatnya di Jalan K.S. Tubun No. 61, Jakarta Pusat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/masjid-jami-al-islam-petamburan-jakarta-pusat_20180524_085642.jpg)