Kerap Hangatkan Masakan? Simak Bahaya di Balik Menghangatkan Makanan

Menghangatkan kembali masakan menjadi trik yang digunakan banyak orang agar masakan yang disimpan bisa kembali dikonsumsi.

Kerap Hangatkan Masakan? Simak Bahaya di Balik Menghangatkan Makanan
Food For Kids
Ilustrasi . 

TRIBUNJAKARTA.COM - Menghangatkan kembali masakan menjadi trik yang digunakan banyak orang agar masakan yang disimpan bisa kembali dikonsumsi.

Termasuk di Bulan Ramadhan. Tak jarang, makanan buka puasa yang bersisa dihangatkan kembali pada waktu sahur.

Nah, ternyata hal itu berisiko. Konsultan Gastroenterologi Hepatologi PB-PABDI, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD- KGEH, MMB, FINASIM, FACP tak menganjurkan hal itu.

Baca: Dipecat dari Pesbukers, Adik Raffi Ahmad Ungkap Kebahagian yang Tak Pernah Dirasa Selama 28 tahun

Menurutnya, sejumlah pasien yang datang kerap batal puasa karena terkena diare.

Salah satu penyebabnya adalah karena mengkonsumsi makanan yang dihangatkan.

"Umumnya mencret. Karena makan makanan buka untuk sahur," kata Dr. Ari dalam sebuah talkshow bersama Kalbe di Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun, tak semua makanan yang dihangatkan berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Dr. Ari, menghangatkan makanan tentu masih diperbolehkan jika makanan berada pada kondisi-kondisi tertentu.

Makanan yang akan dipanaskan dan dikonsumsi lebih dari enam jam harus disimpan di dalam kulkas dengan suhu rendah.

Jika tidak dimasukkan kulkas dan hanya didiamkan pada suhu kamar (tanpa AC) maka, kontaminasi kuman akan terjadi pada makanan tersebut.

Baca: Batal Nginap di Vila Ahmad Dhani, Anang Hermansyah Sebut Bersifat Gaib Hingga Ashanty Takut

Makanan yang disimpan dalam kulkas tersebut juga harus dikemas dengan baik dan tidak asal ditaruh.

Halaman
12
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help