KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba: Tangis Keluarga, Ciuman Ibunda dan Daftar 180 Orang Hilang
Pada hari ketiga pencarian, Rabu (20/6/2018) laporan orang hilang mencapai 180 orang.
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, SAMOSIR - Tim gabungan terus melakukan pencarian korban Kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam pada Senin (18/6/2018).
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Spesial Group, TNI AL dan Batalyon Intai Amfibi (Taifib) akan melakukan penyelaman untuk mencari korban.
Pada hari ketiga pencarian, Rabu (20/6/2018) laporan orang hilang mencapai 180 orang.
Baca: Densus 88 Amankan 4 Terduga Teroris di Kebumen dan Bandung
Data terbaru ini yang dihimpun di Posko Sat KM Sinar Bangun dan sudah diklarifikasi dengan data Posko Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumut.
TribunJakarta.com merangkum sejumlah kesaksian penumpang serta harapan keluarga yang dikutip dari Tribun Medan.
1. Kesaksian Penumpang Selamat

Sejumlah penumpang KM Sinar Bangun yang selamat sedang dirawat di Puskesmas Simarmata Jalan Raya Simanindo, Selasa (19/6/2018).
Kepada Tribun Medan, satu di antara korban, yakni Riko Sahputra menceritakan kapal berangkat dari Simanindo dengan kelebihan kapasitas.
Bahkan, KM Sinar Bangun juga diperkirakan membawa 100 unit sepeda motor.
Penuturan Riko, kapal motor berangkat dengan normal. Saat di tengah danau, ombak semakin kencang.
Baca: Rawan Kecelakaan, Pria Ini Rela Menahan Panas Jaga Perlintasan KA di Tanjung Priok
Lalu kapal oleng ke kanan tiga kali lalu terbalik dan karam.
Penumpang berjatuhan ke Danau Toba. Mereka terombang-ambing sekitar satu jam di tengah danau hingga datangnya pertolongan.
"Kami ada satu jam di tengah danau. Aku pegang helem," sebut Riko Sahputra.
Menurut yang dia saksikan, penumpang beragam. Terdiri dari anak-anak dan orang tua.
Rata-rata mereka yang menumpangi kapal merupakan rombongan.