Pilpres 2019

Dahnil Anzar Harap Padi Tak Dipersulit saat Kampanye, Lukman Edy: Mau Diuntungkan Ya Jadi Petahana

Dahnil Anzar berharap peraturan KPU bersifat konsisten, demi menghindari Prabowo-Sandiaga dipersulit saat berkampanye.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muhammad Zulfikar
YouTube/ TV One
Dahnil Anzar Simanjuntak 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Juru Bicara Koalisi Adil Makmur Dahnil Anzar Simanjuntak berharap pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Padi) tak dipersulit saat berkampanye.

Sandiaga Uno diketahui sempat dilarang menghadiri beberapa acara di perguruan tinggi.

Dahnil Anzar menginginkan peraturan yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersifat konsisten.

Tak hanya itu Dahnil Anzar mengatakan peraturan soal kampenye seharusnya diberlakukan bagi kedua belah pihak, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga.

Hal tersebut disampaikan Dahnil Anzar saat menjadi narasumber di Dialog TV One, pada Senin (15/10/2018).

"Yang paling dibutuhkan adalah konsistensi dari aturan tersebut, jangan sampai ada yang boleh ada yang tidak," ucap Dahnil Anzar dikutip TribunJakarta.com, pada Selasa (16/10/2018).

Wakil Direktur TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy lantas membeberkan peraturan yang mengikat calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

Diperiksa Terkait Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet, Dahnil Anzar Akan Sampaikan yang Luar Biasa Penting

Dahnil Anzar dan Nanik S Deyang Diperiksa Polisi, Sandiaga Akan Tambah Juru Bicara

TONTON JUGA

Lukman Edy menjelaskan soal cuti Jokowi saat masa kampanye.

Menurut Lukman Edy sebagai presiden Jokowi tidak bisa mengambil cuti.

"Kalau kepala daerah memang cuti enam bulan selama masa kampanye, namun kalau presiden engga bisa cuit enam bulan," jelas Lukman Edy.

Lukman Edy lantas menyoroti ucapan seseorang yang menyuruh Jokowi untuk mengambil cuti.

"Makanya kemaren ibu-ibu ada yang ngomong harus berhenti harus cuti jadi presiden wahh itu rumusan darimana," ucap Lukman Edy.

Dahnil Anzar Siap Penuhi Panggilan Polisi

TERPOPULER, Budiman Sudjatmiko Tantang Debat Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rocky Gerung dan Dahnil Anzar

"Presiden itu tidak boleh berhenti dia itu kepala negeri," tambahnya.

Lukman Edy menjelaskan cutinya Jokowi sebagai presiden hanya pada saat ia melakukan kampanye.

"Cuti sebagai seorang presiden itu adalah cuti saat dia kampanye," kata Lukman Edy.

Kelonggaran peraturan yang ada jelas menguntungkan kubu Jokowi-Ma'ruf.

Lukman Edy menilai kelonggaran tersebut wajar, mengingat Jokowi adalah petahana.

Nilai Tukar Rupiah Lesu, Dahnil Anzar Sarankan Pemerintah Kurangi Ambisi

Pernah Pimpin Pasukan Mengapa Prabowo Bisa Dikelabui Ratna Sarumpaet? Dahnil Anzar Beri Penjelasan

Ia mengatakan apabila Prabowo juga ingin diuntungkan, sebaiknya Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi petaha terlebih dahulu.

"Ya namanya petahana pasti diuntungkan, nanti kalau Prabowo mau diuntungkan ya jadi petahana dulu," kata Lukman Edy.

Dahnil Anzar mengaku menerima risiko saat Prabowo diharuskan melawan Jokowi sebagai petahana.

Namun ia kembali menekankan agar peraturan yang dibuat KPU diberlakukan secara konsisten.

"Itu emang risiko yang harus diterima, kemewahan yang diperoleh petahana tersebut. Yang jadi masalah adalah bagaimana aturan itu diberlakukan juga secara konsisten," ucap Dahnil Anzar.

"Jangan sampai kami dipersulit," tambahnya.

Kampanye Sandiaga Seperti Hujan Tak Beraturan

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengkritik calon presiden urut 02 Prabowo Subianto jarang turun menemui rakyat.

Pendamping Prabowo, Sandiaga Uno melihat kritik Andi Arief secara bijak karena menjadi masukan baginya dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga.

Menanggapi kritik tersebut, Sandiaga mengaku telah berbagi jadwal kampanye dengan Prabowo.

Sandiaga menjelaskan jadwal kampanyenya saat ini tampak padat karena ia hanya memiliki waktu singkat untuk memperkenalkan diri ke masyarakat.

Sementara sosok Prabowo Subianto lebih dikenal masyarakat dibandingkan Sandiaga.

"Saya turun kemarin di Yogyakarta dan Pak Prabowo dapat salam dari mereka," ucap Sandiaga dilansir kanal TV One pada Senin (15/10/2018).

Sandiaga mengatakan, ia bersama tim menerima kritikan Andi Arief dengan tangan terbuka.

"Masukan Andi Arief kita terima secara terbuka dan bersahabat," ungkapnya.

• Pengusaha Takut Sumbang Prabowo di Pilpres 2019, Timses Jokowi Ungkap Hal Ini

• Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Rumah Bupati Bekasi Terpantau Sepi

Sementara itu, Partai Demokrat memastikan tetap solid mendukung Prabowo-Sandiaga terlepas dari kritik terbuka yang disampaikan Andi Arief.

Di balik kritik Andi Arief kepada Prabowo, pakar komunikasi politik Karim Suryadi mengungkapkan pandangannya.

Karim Suryadi melihat secara keseluruhan strategi kampanye ada kegamangan di antara tim sukses Prabowo-Sandiaga dan Jokowi-Ma'ruf.

"Apa yang dimaksud kegamangan? Sampai hari ini kita belum melihat peta besar jalannya Pilpres seperti strategi nasional tim kampanye untuk menjelaskan inilah kondisi Indonesia pascapemilu esok," tutur dia.

Karim Suryadi menegaskan, saat ini belum ada kegiatan kampanye di antara dua kubu tersebut.

Menurutnya, kegiatan kampanye masih relatif sepi.

Sehingga, dalam hal ini yang diuntungkan adalah kubu Jokowi.

"Dia tampil sebagai kepala pemerintahan, membuka kegiatan A dan melakukan kegiatan B. Sementara di kubu Prabowo, hanya Sandiaga Uno yang melakukan seperti hujan yang jatuh tidak beraturan," ucapnya.

"Kadang di Cirebon, di Jember dan kadang di mana," sambungnya.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Sandiaga Uno terlalu dini dilakukan.

"Sebaiknya tim kampanye ini secara nasional di awal melakukan membombardir isu besar tapi terukur dan definitif secara nasional," imbuhnya.

Selain itu, yang dilakukan Andi Arief merupakan sebuah letupan kontekstual atas pembacaan kondisi internal tim Prabowo-Sandiaga.

Karim menegaskan, calon presiden dan wakil presiden sebaiknya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bertemu rakyat, meski sekadar salaman.

"Siapa yang paling banyak menghabiskan waktu untuk menemui konstituen, dia yang akan lebih banyak peluang untuk menang," paparnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved