Mahasiswi Unpam Kaget Lihat Mayat Perampok Toko Sembako di Depan Kosnya

Dua mahasiswi jurusan manajemen Universitas Pamulang (Unpam) itu baru sempat memeriksa asal suara yang mengganggunya itu pada pukul 06.00 WIB.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Gelar rilis perampokan di Mapolsek Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (19/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Gaduh letusan tembakan aparat Polsek Pamulang saat membekuk komplotan perampok yang menggasak toko sembako di Jalan Pajajaran, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), turut terdengar hingga kos putri yang berada di sebelahnya.

Suara teriakkan aparat yang sempat berjibaku dengan empat orang komplotan perampok yang dikenal dengan 'Kelompok Sumatera' itu juga didengar oleh Mira dan Liana, penghuni kos putri tersebut.

"Ngedenger aja sih tapi enggak berani keluar," ujar Mira kepada awak media, saat akan berangkat kuliah, sekira pukul 13.00 WIB, Jumat (19/10/2018).

Dua mahasiswi jurusan manajemen Universitas Pamulang (Unpam) itu baru sempat memeriksa asal suara yang mengganggunya itu pada pukul 06.00 WIB.

Mereka kaget karena tepat di depan pagar kosnya, sudah tergeletak setubuh mayat dengan luka tembak dan bersimbah darah.

"Saya kaget pas keluar sudah ada mayat," ujar Liana.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, dari perampokan yang terjadi pukul 04.00 WIB, polisi menembak tiga dari empat komplotan perampok itu, Ridwan dan Gayus di bagian kaki, sedangkan yang meninggal dunia atas nama Agus, tertembak di bagian leher.

Lurah Cipinang Besar Utara: Proses Ganti Rugi Tol Becakayu Memasuki Tahap Pembayaran

Ruben Onsu Akui Dapat Teror Mistis, Dua Ahli Spiritual: Enggak Serem Seperti yang Dibicarakan

Wali Kota Jakarta Timur Harap PGRI Tidak Terjebak Politik Praktis Jelang Pemilu 2019

Mereka ditembak karena berusaha melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Sedangkan satu pelaku, Mr. X, berhasil melarikan diri.

Pantauan di lokasi perampokkan, toko sembako bernama 'Aqila' itu sudah dilingkari garis polisi. Bercak darah yang tersebar di beberapa titik dekat toko pun sudah dibersihkan menggunakan serbuk kopi.

Selain di pelataran toko, darah pelaku yang terkena tindakan tegas aparat juga masih membekas jelas di dalam mobil hitam yang digunakan komplotan rampok itu dalam menjalankan aksinya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved