Cerita Aliudin Pedagang Starling, Sempat Jadi Sopir Pejabat Hingga Digaji Belasan Juta Rupiah

Sudah sejak tahun 2012 silam, Aliudin (59) menekuni profesinya sebagai penjual kopi keliling menggunakan sepeda motor alias starling.

Cerita Aliudin Pedagang Starling, Sempat Jadi Sopir Pejabat Hingga Digaji Belasan Juta Rupiah
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Aliudin (59) pedagang starling yang tengah menunggu pelanggannya di Kawasan Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Sudah sejak tahun 2012 silam, Aliudin (59) menekuni profesinya sebagai penjual kopi keliling menggunakan sepeda motor alias starling.

Profesi tersebut ia jalani, setelah mendapat ketidakjelasan dari pekerjaan yang sebelumnya.

Sebelum berprofesi sebagai pedagang starling, Aliudin berprofesi sebagai sopir pribadi pejabat disebuah instansi pemerintahan.

Ketika menjadi sopir pribadi pejabat, Aliudin menuturkan upah yang diterimanya bisa dikatakan jauh lebih dari cukup, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Bahkan, jika ditotal dengan uang lemburan yang didapatnya, Aliudin menuturkan upahnya dalam sebulan menyentuh angka belasan juta rupiah.

"Dulu waktu masih jadi sopir pejabat, sebulan itu ditotal sama lemburan bisa Rp 12 hingga Rp 13 juta mas," ucap Aliudin dijumpai TribunJakarta.com di Kawasan Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (10/11/2018).

Sebelum Sayat Urat Nadinya Hingga Tewas, Wanita di Cilincing Berpesan Soal Peti Mati pada Cucunya

Oleh sebab itu, ia pun sangat rajin bekerja dan siap siaga apabila dibutuhkan untuk mengantar bosnya malam atau pun pagi hari.

"Saya mah senang aja, jam 03.00 WIB pagu disuruh jemput ke Bandara di Bandung ya saya berangkat," kata Aliudin.

Selain dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, Aliudin pun tak segan untuk memenuhi permintaan kedua anaknya.

Tim DVI Polri Kembali Identifikasi 2 Penumpang Lion Air PK-LQP

"Dulu anak saya minta apa juga langsung saya beliin, tapi kalau sekarang kan ya saya minta harus sabar dulu, saya bilang bapak nabung dulu ya," ujar Aliudin.

Dua tahun bekerja sebagai sopir pejabat, Aliudin pun harus berhenti karena alasan yang tak mau ia paparkan sepenuhnya.

Namun, Aliudin menuturkan inti dari dirinya yang sudah tidak bekerja sebagai sopir pejabat dan digajih belasan juta rupiah, adalah karena faktor roda kehidupan.

"Ya intinya faktor roda kehidupan, manusia itu kan berjalan diroda kehidupan, bisa diatas dan bisa dibawah, yang diatas gak akan selamanya begitupun juga yang dibawah kan mas," kata Aliudin.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved