Dirut Jasa Marga Ungkap Alasan Proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek Harus Diprioritaskan
Direktur utama (Dirut) Jasa Marga Desi Arryani mengungkapkan alasan proyek tol layang atau Tol Jakarta Cikampek Elevated harus diprioritaskan.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Direktur utama (Dirut) Jasa Marga Desi Arryani mengungkapkan alasan proyek tol layang atau Tol Jakarta Cikampek Elevated harus diprioritaskan.
Pasalnya, proyek tersebut memiliki target yang lebih ketat karena proyek tol layang itu akan terhubung dengan proyek Tol Trans Jawa.
Dimana, jika proyek tersebut sudah rampung namun di Tol Japek masih terhambat dengan adanya proyek tol layang, bisa dipastikan manfaat Tol Trans Jawa kurang optimal.
"Kerena dalam waktu tidak berapa lama lagi Trans Jawa akan beroperasi. Sehingga kalo ditahan di Japek belum selesai maka manfatnya masih kurang optimal. Sehingga dari Jakarta-Surabaya itu masih tersendat hanya di Japek," kata Desi di Bekasi, Selasa (20/11/2018).
Kemacetan yang terjadi di tol Japek disebabkan adanya sejumlah proyek yang sedang berlangsung.
Contohnya, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC) dan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek.
"Memang ada beberapa proyek lain yang criticalnya tidak sama mungkin akan menggeser kegiatannya di tempat lain. Titik terpadat yang paling parah di Japek itu di Cikunir KM 10, semua crossing di sana baik dari Elevated, overpass dari existing Japek, LRT, Kereta Cepat semua crossing. Ini tentunya harus saling tunggu gak bisa semua kerja bareng," jelas Desi.
Pihaknya juga akan berkordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) perihal upaya prioritas proyek Tol Eleveted Japek atau tol layang.
Sejauh ini kata dia, arus kendaraan Trans Jawa baru bisa optimal setelah Cikampek.
"Jadi nanti bukan hanya dari Cikampek ke Grati, tapi dari Jakarta ke Grati itu udah optimal, kami akan lebih berkoordinasi dengan Dishub, BPTJ, Kepolisian supaya pengaturan dari beberapa proyek ini dan dari kami sendiri sebagai pelaku Tol Elevated Japek supaya jauh lebih efektif," jelas dia.
• Ini Alasan Proyek Tol Layang Jakarta Cikampek Harus Diprioritaskan
• Menhub Budi Karya Sumadi Larang Kendaraan Muatan Berlebih Melintas di Tol Jakarta Cikampek
Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya meminta pelaksana proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dan LRT menghentikan sementara proses konstruksi di ruas Jalan tol Jakarta Cikampek.
"Proses kontruksi akan kita hitung lagi paling tidak 3 sampai 4 bulan LRT selesainya 2019. Kita kasih prioritas untuk eleveted. KCIC dan LRT tidak boleh kerja sampai lebaran," kata Budi.