Proyak Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek Dihentikan Karena Sebabkan Kemacetan

Pemerintah menghentikan sementara proyak kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek guna mengatasi kemacetan dan revisi pembebasan lahan

Proyak Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek Dihentikan Karena Sebabkan Kemacetan
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Light Rapid Transit Jakarta diujicobakan pada Rabu (15/8/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Pemerintah menghentikan sementara dua proyek infrastruktur untuk mengatasi kemacetan dan revisi pembebasan lahan.

Dua proyek yang dihentikan sementara itu adalah proyak kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek. Pemberhentian dilakukan di titik kilometer 11 hingga 17, sebab membuat jalur tol Jakarta-Cikampek semakin macet.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, kebijakan penghentian sementara itu tentunya sangat positif bagi neraca perdagangan.

Sebab, pemerintah saat ini sedang berfokus mengurangi laju impor untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Apalagi, kedua proyek tersebut memiliki komponen impor yang cukup besar.

“Tentu kalau lihat dari dua proyek ini dan proyek-proyek di listrik, itu semuanya yang sangat capital intensive dan memang komponen impornya cukup besar," ujar Sri Mulyani di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Namun, mengenai kebijakan mengenai kelanjutan proyek tersebut, Sri Mulyani akan mendiskusikannya lebih lanjut dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Nanti saya koordinasi dengan Pak Menhub saja mengenai policy beliau,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, tidak ada masalah dari sisi pendanaan dari kedua proyek tersebut. Sebab, investasi yang digelontorkan untuk pembangunan kereta cepat berasal dari dua sumber. Sebanyak, 75 persen berasal dari China Development Bank (CDB), dan 25 persen dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Sedangkan, untuk proyek LRT Jabodebek pendanaannya berasal dari kredit sindikasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta serta Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Menhub Minta Proyek Kereta Cepat dan LRT Hentikan Proses Konstruksi di Ruas Tol Japek

Jadi Penyebab Macet, Menhub Minta Proyek LRT dan Kereta Cepat Dihentikan Sementara

LRT Kelapa Gading ditargetkan Beroperasi Awal 2019

"Tidak ada isu soal itu (pendanaan)," cetusnya.

Pemerintah juga optimistis kedua proyek tersebut dapat selesai sesuai target yang ditetapkan sejak awal, meski pengerjaannya ditunda.

"Mungkin ini tertunda beberapa waktu. Tapi akan selesai juga. Masih on the track,” katanya. (*) (Syahrizal Sidik) 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sri Mulyani Ungkap Alasan Pemerintah Hentikan Sementara Proyek Kereta Cepat dan LRT Jabodebek

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved