Komplotan Begal Remaja Pakai Uang Hasil Jual Motor Buat Foya-foya

Tiga orang komplotan begal yang digawangi remaja di bawah umur mengaku, hasil rampasan begal berupa sepeda motor dijual melalui online.

Komplotan Begal Remaja Pakai Uang Hasil Jual Motor Buat Foya-foya
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kapolsek Bantargebang Kompol Siswo saat menunjukkan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan komplotan begal, Jumat, (7/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTARGEBANG - Tiga orang komplotan begal yang digawangi remaja di bawah umur mengaku, hasil rampasan begal berupa sepeda motor dijual melalui online.

Dari penjualan itu, mereka gunakan untuk foya-foya.

Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, sepeda motor hasil rampasan dijual seharga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Mereka menjual melalui media sosial dan uangnya digunakan untuk foya-foya yakni membeli ponsel serta sepeda motor baru.

"Jadi hasil penjualan sepeda motor rampasan mereka jual dan uang dibagi-bagi, tadi ada pengakuan mereka beli sepeda motor baru dari hasil uang itu, lalu juga ada yang beli ponsel baru, mereka juga pakai buat senang-senang nongkrong," kata Siswo, Jumat, (7/12/2018).

Ketiga pelaku yang berhasil diringkus diantaranya, RA alias Gembel (15), AP (16), dan A (15), sedangkan dua pelaku O dan B masih dalam pengejaran.

Komplotan begal ini diketahui merupakan anak-anak putus sekolah dan sudah 15 kali beraksi di wilayah Kota Bekasi hingga ke perbatasan Kabupaten Bekasi tepatnya Kecamatan Setu.

"Mereka gak punya kelompok lain, kelompok mereka ya lima orang ini aja, dan mereka juga punya grup WA (Whatsapp) untuk komunikasi antar anggotanya sebelum beraksi," jelas dia.

Tiga pelaku komplotan begal di bawah umur diamankan di Mapolsek Bantargebang, Kota Bekasi, Jumat, (7/12/2018).
Tiga pelaku komplotan begal di bawah umur diamankan di Mapolsek Bantargebang, Kota Bekasi, Jumat, (7/12/2018). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Sementara dalam melancarkan aksinya, masing-masing pelaku punya peran tersendiri. Mereka biasanya beraksi di atas jam 11 malam dengan cara berkeliling menggunakan dua sepeda motor. Dua orang bertindak sebagai joki dan tiga orang lainnya bertindak sebagai eksekutor.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved