Polisi Sita 20 Kilo Sabu dan Ringkus 4 Komplotan Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

Sebanyak 20 kilogram sabu disita oleh pihak kepolisian dari empat orang tersangka sindikat pengedar narkoba jaringan Indonesia-Malaysia.

Polisi Sita 20 Kilo Sabu dan Ringkus 4 Komplotan Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Internasional
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Wadir Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Siregar saat bertanya kepada tersanga MIS di Gedung Dirtipid Narkoba, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (7/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sebanyak 20 kilogram sabu disita oleh pihak kepolisian dari empat orang tersangka sindikat pengedar narkoba jaringan Indonesia-Malaysia.

Pengungkapan kasus ini bermula dari temuan 20 kilogram sabu di bagasi bus ALS saat petugas melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang di daerah Merak pada tanggal 3 Desember lalu.

"Pada pagi dini hari tim kami melakukan pemeriksaan barang bawaan di pool bus ALS di wilayah Merak," ucap Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Siregar, Jumat (7/12/2018).

"Disana kami temukan karung plastik yang setelah dibuka ternyata ada 20 kilogram sabu yang disamarkan dengan ikan asin," kata Krisno Siregar.

Dari keterangan sopir dan kernet bus, diketahui karung berisi sabu itu didapat dari seorang pria yang sempat meminta sopir dan kernet tersebut mengirimkannya ke Jakarta.

"Dari keterangan saksi, ada seseorang yang memberhentikan bus di daerah Tanjung Balai, kemudian menaikkan plastik tadi dengan bayaran Rp 100 ribu untuk dikirim ke Jakarta," ujar Krisno Siregar kepada awak media.

Dikatakan Krisno, saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang, ada satu orang pria yang dicurigai sebagai pemilik barang tersebut.

Setelah ditelusuri, ternyata pria berinisial MIS tersebut merupakan seorang yang berperan sebagai kontroler dalam pengiriman sabu tersebut.

"Setelah bus melanjutkan perjalanan, beberapa kilometer di depannya naik satu orang penumpang berinisal MIS. Setelah kami periksa ternyata dia berperan sebagai kontroler," kata Krisno di Gedung Dirtipid Narkoba, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

BNN Minta Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Depok Buat Takut Bandar Narkoba

Polisi Gagalkan Penyelundupan 2 Kilogram Sabu Bermodus Modifikasi Sepatu di Bandara Soekarno-Hatta

Petugas BNNP Jakarta Utara Blender Sabu Senilai Rp 750 Juta

Kemudian, petugas dari Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri langsung melakukan pengembangan ke daerah Tanjung Balai dan berhasil meringkus tiga orang komplotan pengedar sabu tersebut.

Ketiganya ialah, HGS sebagai operator, DJS sebagai penyimpan barang, dan EZ sebagai pengirim yang bertugas membawa sabu dari gudang ke bus ALS.

"Dari keterangan para tersangka, mereka mendapatkan sabu dari seorang WN Malaysia yang masih kami buru," ucap dia.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatan ketiga, mereka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 subsidair pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal pidana penjara seumur hidup.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved