PT KAI Siagakan Ribuan Personel Pengaman untuk Angkutan Libur Natal dan Tahun Baru 2018/2019

"Kami sudah lakukan koordinasi dengan Polri dan TNI, itu pasukan kita dengan TNI dan Polri itu 6 ribu lebih kita kerahkan untuk menjaga keamanan."

PT KAI Siagakan Ribuan Personel Pengaman untuk Angkutan Libur Natal dan Tahun Baru 2018/2019
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
Menhub RI, Budi Karya Sumadi saat berkeliling mengecek personel yang mengikuti APEL Gelar Pasukan Persiapan Nataru di Lapangan Stasiun Gambir, Rabu (19/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru 2019, PT KAI menyiagakan ribuan personel pengaman.

Dirut PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan PT KAI menyiapkan 6.172 personel gabungan yang akan mengamankan di atas KA maupun patroli di jalur KA.

Adapun jumlah personel gabungan itu terdiri dari 1.332 personel Polsuska, 3.876 security, dan bantuan eksternal dari TNI-Polri sebanyak 950 personel termasuk K-9.

"Kami sudah lakukan koordinasi dengan Polri dan TNI, itu pasukan kita dengan TNI dan Polri itu 6 ribu lebih kita kerahkan untuk menjaga keamanan," katanya saat ditemui di Stasiun Gambir, Rabu (19/12/2018).

"Utamanya tadi yang disampaikan Pak Menhub, perlintasan ada yang resmi dan tidak resmi, ini semuanya harus kita jaga supaya nggak terjadi apa-apa," kata  Edi.

Selain itu, Edi menyampaikan KAI juga menyiagakan tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) ekstra, Penjaga Lalu Lintas (PJL) ekstra, dan petugas posko daerah rawan di sepanjang lintasan KA Jawa dan Sumatera.

Mereka bertugas memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa (PLH) yang menghambat perjalanan KA.

Asosiasi Transporter: Pengusaha Merugi, Setelah Penerapan Perbup Pembatasan Jam Operasional

"Kita mengerahkan untuk mengawasi titik rawan itu 1400 personil lebih, yang kita taruh di titik2 rawan itu. Titik rawan itu ada banjir, ada longsor, ganjlokan," jelasnya.

"Adapun rinciannya 415 PPJ ekstra, 867 PJL ekstra, dan 141 personel posko daerah rawan," tambah Edi.

Edi secara tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang.

"(Sesuai) UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan  (LLAJ), (yang) mentebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya," kata Edi.

"Diperlukan kerja sama dengan seluruh pihak untuk mewujudkan keselamatan bersama," katanya.

Penulis: Leo Permana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved