Pilpres 2019

Soal Rencana Pemerintah Bebaskan Abu Bakar Baasyir, Sandiaga Uno: Biar Masyarakat yang Menilai

Sandiaga menambahkan, hukum sejatinya bukan sebagai alat untuk membantu kekusaan sesaat. Tapi harus menjadi supermasi bagi rakyat Indonesia.

Soal Rencana Pemerintah Bebaskan Abu Bakar Baasyir, Sandiaga Uno: Biar Masyarakat yang Menilai
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Sandiaga Uno saat dijumpai di Desa Kedung Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Selasa, (22/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Calon Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno enggan berkomentar ketikan ditanya terkait rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir.

Dirinya berpendapat bahwa, masyarakat bisa menilai sendiri penegakan hukum di Indonesia.

"Saya sampai sudah berkali-kali dan hukum ini harus tegak seadil-adilnya, hukum itu tidak boleh tebang pilih, biarkan proses hukum berjalan kami tidak akan berkomentar, biar masyarakat yang menilai apakah hukum kita ini sudah ditegakkan seadil-adilnya," kata Sandiaga saat dijumpai di Bekasi, Selasa, (22/1/2019).

Sandiaga menambahkan, hukum sejatinya bukan sebagai alat untuk membantu kekusaan sesaat.

Hukum harus menjadi supermasi bagi rakyat Indonesia dan berharap perbaikan hukum bisa lebih baik lagi.

"Kita gunakan hukum untuk kesejahteraan rakyat untuk menghadirkan rasa keadilan hukum tidak boleh mejadi alat untuk memukul lawan atau untuk membantu kawan atau untuk membantu kekuasaan sesaat," tegas dia.

"Saya yakin bahwa dengan hukum yang memberikan kepastian ekonomi kita akan lebih baik, negara kita akan lebih bisa terkelola dengan baik, dan Prabowo-Sandi akan menegakkan hukum yang tidak tebang pilih tidak pandang bulu," ucapnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mempertimbangkan membebaskan Ustaz Abu Bakar Baasyir dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teroris Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Keluhan Petani Bekasi Saat Bertemu Sandiaga, Harga Pupuk Mahal dan Distribusi Produk yang Sulit

Polisi Masih Cari Pemilik Rumah yang Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Tomang

Upaya ini, setelah Yusril Ihza Mahendra, selaku penasihat hukum pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin berupaya meyakinkan Jokowi atas pertimbangan kemanusiaan.

Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved