Diduga Terlilit Utang, Seorang Sopir Taksi Tewas Gantung Diri di Kosan Temannya

Iptu Anton Prihartono menjelaskan korban datang ke kosan Nardi pada Minggu (10/2/2019) pukul 21.00 WIB.

Diduga Terlilit Utang, Seorang Sopir Taksi Tewas Gantung Diri di Kosan Temannya
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana kamar kosan tewasnya Zulfadhli yang telah diberi garis polisi pada Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Seorang sopir taksi bernama Zulfadhli (35) tewas gantung diri di sebuah kosan di Jalan Mampang Prapatan VII RT 005 RW 006 Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Zulfadhli ditemukan tewas tergantung di kamar kosan temannya bernama Nardi.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Mampang Prapatan, Iptu Anton Prihartono menjelaskan korban datang ke kosan Nardi pada Minggu (10/2/2019) pukul 21.00 WIB.

Korban mengaku tak bisa beristirahat di mess sopir taksi Blue Bird.

Zulfadhli pun memutuskan untuk menemui Nardi di kosannya untuk beristirahat.

"Kemudian dikarenakan Nardi merupakan seorang pencuci mobil taksi. Ia pun meninggalkan korban di dalam kosan sendirian," bebernya melalui keterangan tertulis pada Senin (11/2/2019).

Alih-alih beristirahat, korban pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kosan Nardi.

Suasana kamar kosan tewasnya Zulfadhli yang telah diberi garis polisi pada Senin (11/2/2019).
Suasana kamar kosan tewasnya Zulfadhli yang telah diberi garis polisi pada Senin (11/2/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Saat pulang dari kerja keesokan paginya, pintu kosan Nardi dalam keadaan terkunci. Setelah diketuk berulang kali tak ada jawaban, pintu kosan akhirnya didobrak Nardi. Ia melihat korban sudah tewas gantung diri di pintu kamar mandi kosan," paparnya.

Nardi pun menemukan sebuah surat curahan hati dari Zulfadhli yang berisikan terkait permasalahan utang online yang menjeratnya.

Korban telah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk menjalani proses autopsi.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved